Powered by free wordpress themes

Wednesday , October 27 2021
Home / Pertanian / Di Serang Hama Tikus, Petani di Tuban Resah dan Terancam Gagal Panen

Powered by free wordpress themes

Di Serang Hama Tikus, Petani di Tuban Resah dan Terancam Gagal Panen

Tuban, HarianForum.com- Kurang lebih 8 hektar tanaman jagung siap panen di Desa Dawung, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, terancam gagal panen, karena diserang hama tikus, akibat serangan haman tersebut membuat petani merugi,

Hama tikus yang menyerang tanaman jagung di bagian buah jagung yang sudah berusia 75 hari dan siap panen, membuat jagung-jagung tersebut tidak bisa dipanen karena hampir semua bulirnya ludes digerogoti hewan predator ini.

Salah satu petani Desa Dawung, Aji Waseso (35) mengungkapkan, petani setempat mengaku merugi hingga puluhan ton, karena tanaman jagung yang rusak sudah memasuki masa panen, karena hama tikus tersebut menyerang bagian tongkol jagung dan menggerogoti bulir jagung hingga habis.

“Kerugiannya hingga puluhan ton, karean kalau dihitung hasil maksimal untuk lahan satu hektar bisa menghasilkan jagung 4-5 ton, ujarnya Saat ditemui di sawahnya,Senin (11/11/2019).

Lanjut Aji, Serangan hama tikus terjadi mulai awal tanam hingga proses pembuahan. Tikus menyerang mulai dari batang jagung hingga buah yang siap panen.

“Kalau waktu tanam yang diserang batangnya, sedangkan saat sudah muncul buah kayak gini, tikus menyerang lebih dari setengah buah jagung,” terangnya.

Sementara itu, Rasminto(38) salah satu petani Desa Dawung mengungkapkan para Petani di sini rata – rata mengeluh, karena hama tikus sulit di basmi padahal para petani sudah berusaha untuk membasmi tikus, dengan cara gropyok atau gerebek tikus serta memasang umpan yang sudah dikasih racun, namun hama tikusnya tambah banyak.

“Kami dengan para petani sudah upaya untuk membasmi tikus, namun tidak bisa mengendalikan, malahan tiap hari hama tikusnya bertambah banyak,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, tanaman jagung, yang sudah tidak bisa di panen rata- rata para petani digunakan untuk pakan ternak.

“Jagung yang sudah tidak bisa di panen kita manfaatkan untuk pakan ternak,” ungkapnya.

Check Also

Pembangunan Perkebunan Berkelanjutan Dibahas Dalam The 2nd ICSP

Bogor, HarianForum.com- The 2nd ICSP atau International Conference on Sustainable Plantation  merupakan kerjasama Fakultas Pertanian …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *