Powered by free wordpress themes

Monday , October 21 2019
Home / Pertanian / Begini Cerita Sukses Petani Melon di Kota Santri

Powered by free wordpress themes

Ardi W Petani Melon Asal Desa Brodot. (FOTO: SNK)

Begini Cerita Sukses Petani Melon di Kota Santri

Jombang, HarianForum.com – Siapa sangka di ujung barat kota santri, banyak petani melon sukses. Tepatnya di Desa Brodot Kecamatan Bandar Kedungmulyo. Muhammad Ardi Wicaksono salah satunya.

Warga Desa Brodot ini mengaku, manisnya harga melon pada awal Juni lalu memang semanis rasanya, “Waktu itu harga petik disawah per kilogram mencapai 8 ribu rupiah,” ungkap pemuda ini Kamis (29/06/17)

Menurutnya, petani Brodot tidak hanya bertanam melon di wilayah desanya tetapi mereka juga menyewa lahan diluar desa, disekitar desa Brodot, bahkan banyak juga yang menyewa di luar kabupaten, yakni di Desa Bakalan Kecamatan Patianrowo Nganjuk.

Ardi Wicaksono mengisahkan, warga Desa Brodot mengenal tanaman melon dari seorang insiyur Pertanian asal nganjuk, “Warga Brodot sebelum tahun 2008 tidak mengenal tanaman melon, setelah kedatangan Ir Gito dari kota nganjuk yang membimbing kami, akhirnya lambat laun petani Brodot meninggalkan tanaman palawija, dan bahkan sekarang warga sini tidak lagi mengenal musim,” ujar Ardi Wicaksono.

“Lebih dari separo petani Brodot menanam melon, sisanya tetap menanam tanaman pangan dan palawija,” tambahnya.

Melon, merupakan satu diantara tanaman horti yang biasa ditanam masyarakat Kabupaten Jombang, dimusim palawija, seperti halnya semangga dan blewah atau garbis.

Akan tetapi melon menjadi komoditi andalan di sebagian petani Jombang, seperti halnya di Desa Brodot kec Bandar Kedungmulyo, didesa itu petani melon tidak lagi menunggu musim palawija, tetapi mereka menanam melon sepanjang waktu dan tak kenal musim.

Tanaman melon diketahui tergolong tanaman musiman dan berumur pendek, melon mulai berbunga antara umur 21 hari dan panen raya di umur 65 hari. Dalam satu hektar lahan bisa ditanami sekitar 28 ribu batang bibit melon, dengan total biaya sekitar 98 Juta per hektar, biaya tersebut Include biaya tenaga kerja. Dengan total rata-rata hasil panen mencapai 35 Ton per hektarnya.(snk)

Check Also

Wujudkan Lahan Pertanian Yang Ramah Lingkungan, Tani Karya Makmur Uji Coba Tanam BAMELE

Nganjuk, HarianForum.com- Dalam rangka meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani serta meningkatkan hasil pertanian yang berorientasi pada …

One comment

  1. Greetings from Ohio! I’m bored at work so I decided to check out your website on my iphone during lunch break.
    I enjoy the info you present here and can’t
    wait to take a look when I get home. I’m shocked at how quick your blog loaded on my cell
    phone .. I’m not even using WIFI, just 3G .. Anyways,
    fantastic blog!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *