Powered by free wordpress themes

Thursday , October 21 2021
Home / Peristiwa / Tinggal Di Gubuk Berukuran Kurang Dari Dua Meter Keluarga Ini Tetap Bahagia

Powered by free wordpress themes

Umar Wahyudi beserta Anak Dan Istrinya didepan rumah panggungnya.

Tinggal Di Gubuk Berukuran Kurang Dari Dua Meter Keluarga Ini Tetap Bahagia

HarianForum.com- Bersyukur tidak harus menunggu kita kaya raya setidaknya itulah yang menjadi prinsip hidup Umar Wahyudi (44th) , Pria kelahiran sidoarjo yang mempersunting Binti Munasiroh (41 th) dan dikaruniai seorang anak yang sekarang duduk di bangku Sekolah Dasar.

Tampak depan rumah panggung Umar Wahyudi.

Umar Wahyudi termasuk kepala keluarga yang kurang beruntung, pasalnya dia beserta istri dan anaknya tinggal dirumah berukuran kurang dari dua meter, yakni lebar 175 cm dengan panjang 250 cm.Tetapi dirinya selalu bersyukur dalam keadaan apapun, pada masa mudanya berprofesi sebagai pedagang bibit tananman buah berkeliling diluar Jawa, meliputi Kalimantan dan sekitarnya, karena jaraknya yang jauh dia pulang tiga bulan sekali, dan penghasilanya pun pas-pasan karena biaya hidup juga mahal.

Bertahun-tahun merantau tidak ada perubahan taraf hidup, akhirnya Umar mengambil keputusan dengan pulang ke Jawa untuk berkumpul dengan keluarga, dengan bermodalkan becak dan rombong. Dengan keterbatasannya Umar mencoba bertahan beserta keluarga kecilnya, untuk rumah tinggal umar tidak memiliki uang cukup untuk kontrak akhirnya dia dan keluarga menempati kebon jati milik keluarga di Dusun Krajan Desa Ngronggot Kecamatan Ngronggot Kabupaten Nganjuk.

Di kebon tersebutlah Umar Wahyudi bersama istrinya Binti Munasiroh (41 th) dan anak semata wayangnya Tirta Urip Marani yg masih duduk di bangku Sekolah Dasar, membuat gubuk panggung  untuk tempat tinggal bertiga.

Mereka tinggal digubuk yg relatif kecil dan tidak layak huni, namun hidupnya diwarnai penuh kasih sayang, ” Saya tetep bersyukur, bisa saya hanya seperti ini,” ungkap Umar saat ditemui HarianForum.com Rabu (01/08/2018) di gubuknya.

Tampak samping rumah panggung Umar Wahyudi.

Awalnya keluarga kecil ini hanya mengandalkan penghasilan dari narik becaknya, namun karena kebaikan hati salah seorang tetangganya Sumanan Hidayat yg meminjami uang sebesar 200 ribu dan sepasang roda untuk rombong jualan kopi dan teh. “Uang sebesar 200 ribu itu akhirnya saya belanjakan dagangan kopi dan teh untuk  buka warung untuk 24 jam” ujarnya. dan alhamdulillah setelah dua tahun saya buka warung ini saya bisa mengembalikan pinjaman kepada Pak Sumanan serta membeli roda rombong, uangkap  Umar.

Ucapan syukur juga disampaikan Umar karena kebaikan dan ketulusan para Dermawan yang membantunya, dia menyebutkan bahwa belum lama ini dirinya telah  diberi bantuan berupa material yakni triplek dan kelengkapannya oleh Pengusaha Muda asal Desa Kurung yang sekarang tinggal di Desa Tanjungtani yakni Hendry Noviryandrie yang juga putra pertama H.Herry Widianto Pengusaha dari Desa Kurung Kecamatan Prambon agar bisa membuat gubuknya lebih lebar dan semi permanen agar tidak tembus angin hujan dan panas. “Saya juga ucapkan terimakasih kepada Mbk Indah anggota Dewan dari Partai Demokrat yang memberikan bantuan berupa sembako, ini bukan kunjungan Mbk Indah yang pertama, tapi ini kunjungan yang ketigakalinya.(Nur)

 

Check Also

Diduga Lalai Dalam Berkendara, Mobil Pick Up VS Sepedah Motor Alami Kecelakaan

Nganjuk, HarianForum.com- Diduga kurangnya hati – hati dan lalai dalam berkendara, pick up Daihatshu Nopol. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *