Powered by free wordpress themes

Monday , September 27 2021
Home / Ekonomi / Nasib Petani Organik Asal Jombang Merana

Powered by free wordpress themes

Nasib Beras organik yang Merana

Nasib Petani Organik Asal Jombang Merana

Jombang, HarianForum.com – Sebuah ketidak adilan dialami oleh Aspandi pria yang lahir di jombang 21 Agustus 1958 ini, pasalnya perjuanganya untuk bisa mendapatkan lebel organik, begitu panjang dan melelahkan seperti tidak habis diceritakan.

Namun demikian produk beras organik yang di produksinya lesu dipasaran, “usaha saya dalam memasarkan beras organik ini kemanapun, tidak kenal lelah, namun hasilnya belum seperti yang kita harapkan,” ujar Aspandi sang Fasilitator Organik Tanaman, pada Selasa (27/06/17)

“Saya sungguh berharap dengan Pemerintah Kabupaten Jombang khususnya dinas terkait, paling tidak, himbauan terhadap birokrasi dilingkungan dinas terkait tersebut, untuk mengkonsumsi beras organik produk putra daerah,” ungkap Aspandi dengan penuh harap. “Agar tidak terus merana seperti ini nasibnya,” sambung Aspandi

Sejak masih kecil Aspandi mengenal dunia pertanian dari orangtuanya, setelah menikah Aspandi baru secara resmi menggarap sebidang sawah seluas 250 Are di Dusun Banjasari Desa Bareng Kecamatan Bareng Jombang.

Aspandi yang waktu itu menjadi ketua kelompok tani, memiliki beban moral untuk bisa membawa anggotanya kearah lebih sejahtera, tekat itulah yang akhirnya membuat Aspandi beserta anggotanya memilih beralih ke pertanian organik.

Diawali dengan diputusnya perlakuan kimia dan dimulai dengan non pestisida, tantangan yang begitu berat dihadapi Poktan Banjarsari, 3 hektar yang pada MK I di tahun 2013 menghasilkan 18 Ton, tiba-tiba dengan perlakuan non pestisida hanya menghasilkan gabah 12 Ton.

Bukan itu saja pengorbanan Aspandi dan tujuh orang rekannya, mereka sepakat untuk mengistirahatkan lahan pada musim polowijo (jagung, kedelai) dengan tetap memberikan pupuk organik untuk memperbaiki lahan mereka.

Berkat kerja keras Poktan Banjarsari dengan didampingi petugas teknis lapangan dinas terkait, akhirnya membuahkan hasil, tahap demi tahap dilalui dengan aman.

Sedikit demi sedikit hasilnya terus meningkat, dan serangkaian pertanian organik dilakukan dengan baik, hingga pada tahun 2015 lalu dengan pendampingan dinas terkait Aspandi melangkah ke LSO lembaga Sertifikasi Organik.

LSO yang dipilih adalah LESOS Seloliman Mojokerto, baik uji lapangan maupun uji laboratoriumnya lolos, dan beras Aspandi mendapatkan sertifikat Organik. Aspandi dan rekan-rekanya memberi merek dagang Ringin Contong (Snk)

Check Also

Terdata 20.428 Ribu Lebih Pelaku UMKM Di Kabupaten Blitar

Blitar, HarianForum.com- Siti Umi Sofiah, sebelum adanya pasar dalem UMKM dalam kesehariannya berdagang capar punten …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *