Berita

TITAH MENJAGA ALAM, GKJW BLITAR RENCANAKAN TANAM POHON DI SENDANG MBAH BAWUK

101
×

TITAH MENJAGA ALAM, GKJW BLITAR RENCANAKAN TANAM POHON DI SENDANG MBAH BAWUK

Sebarkan artikel ini

Blitar, Harian Forum.com  – Di semua agama telah disampaikan landasan yang kuat atas dasar moral dan spiritual, hingga dapatnya manusia memelihara alam, bukan malah mengeksploitasi alam secara liar, dikarenakan tindakan ilegal akan melahirkan ancaman terhadap keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan kehidupan.Diniatkan ibadah dan pengabdian kepada Allah SWT, menanam pohon salah satu sikap bersedekah dan tindakan nyata untuk merawat alam.Dalam ajaran Islam, manusia telah menerima tugas menjaga keseimbangan ekosistem serta bertanggung jawab dengan akibat yang ditimbulkan.Bila menggunakan akal sehat, keragaman hayati dan berbagai jenis flora, fauna termasuk ekosistem, menjadi sebuah kewajiban bahwa kelestarian alam harus dijaga, yang mana sumber daya yang dikandungnya dipersiapkan untuk generasi selanjutnya.

Begitu pula dalam ajaran Kristen, kewajiban memelihara alam merupakan mandat ilahi dari Tuhan kepada manusia sebagai stewardship atas ciptaan – Nya, dimana manusia bukan pemilik mutlak, sehingga tanggung jawab untuk pengelolaan dijalankan secara bijaksana memperlakukan dengan kasih sayang, dan menjaga keseimbangan ekologis, serta memastikan kelestarian yang nantinya untuk generasi mendatang, dan hal tersebut sebagai bukti iman dan ibadah.Sementara merusak alam, merupakan bentuk kegagalan manusia menjalankan mandatnya sebagai stewardship ciptaan Tuhan, yang berasal dari sikap egois dan keserakahan.

Menjalankan mandat menjaga ciptaan Tuhan, warga Gereja Kristen Jawi Wetan ( GKJW ) Blitar akan melakukan kegiatan penanaman pohon di area sumber air sendang Mbah Bawuk yang terletak di kelurahan Karangtengah dan Plosokerep Kota Blitar.Rencana kegiatan menanam pohon keras bersama Paguyuban Jogo Tirto Sendang Mbah Bawuk, dituturkan Wahyudiono Joko Mariono, wakil ketua harian pengurus GKJW Blitar pada Sabtu ( 10/1).

” pada moment bulan penciptaan, bahwa kami umat GKJW meyakini bahwa semesta diciptakan Allah itu baik adanya.Sedangkan manusia mempunyai tugas untuk menjaga, memelihara ciptaannya.Guna memelihara alam semesta ini, kami warga gereja ingin berpartisipasi menjaga alam, khususnya di sendang Mbah Bawuk yang berada di kelurahan Karangtengah dan kelurahan Plosokerep.”

Sebelumnya air di embung selalu bening, namun saat ini air salah satu di embung terlihat kotor karena buah jatuh dan lumut serta daun kering bercampur menjadi satu, menjadikan air berwarna hijau agak kecoklatan, sehingga kawasan sumber air mbah Bawuk kurang menarik.Ditambah lagi, akses bagi pengunjung pejalan kaki yang menghubungkan dari sumber air dengan jalan raya Kenari, tidak nampak adanya upaya perbaikan.

Kumuhnya sumber air mbah Bawuk bukan karena tidak adanya kesadaran masyarakat sekitar untuk menjaga kerapian dan kebersihan, namun merawat ruang terbuka hijau sekitar sumber air bukanlah pekerjaan yang mudah dilakukan.Tidak hanya tenaga dan waktu, akan tetapi pembiayaan untuk pembelian alat kebersihan serta akomodasi lainnya juga diperlukan untuk pemeliharaan dan perawatan, namun tidak ada sama sekali dukungan anggaran dari pemerintah.

Kepada Harian Forum.com, Wahyudiono Joko menyampaikan bahwasanya penamanan pohon – pohon yang mempunyai akar kuat dan besar dapat membantu menyerap dan menyimpan air hujan ke dalam tanah, mengisi kembali sumber air tanah serta mencegah penguapan yang cepat dari permukaan tanah.Tidak hanya itu, penanaman pohon merupakan proses alami untuk menjaga keseimbangan ekosistem, menjaga suhu, serta mendukung ketahanan sumber daya air, sehingga ditandaskan Wahyudiono Joko, pelestarian sumber air merupakan investasi penting bukan persoalan finansial, akan tetapi untuk keberlanjutan hidup manusia maupun lingkungan.

” nanti kami akan menanam pohon – pohon keras seperti pohon kalpataru, pule, beringin dan apak.Kami berharap bahwa ini bisa menjaga sumber mata air, yang mana sangat penting bagi kehidupan.Pelaksanaan penanaman dilakukan tanggal tujuh Pebruari mendatang, tepatnya pada hari Sabtu ” tandas Wahyudiono Joko Mariono, pernah menjabat kepala SMKN 2 Kota Blitar.(Ans).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *