Pertanian

Seorang Petani Pojok Garum, Meminta Pemerintah Mengendalikan Serangan Kwangwung

287
×

Seorang Petani Pojok Garum, Meminta Pemerintah Mengendalikan Serangan Kwangwung

Sebarkan artikel ini

Blitar, HarianForum.com- Dikenal ganas menyerang tanaman kelapa, aksi kwangwung saat ini sudah terlihat melakukan agresinya di beberapa tempat, salah satunya di desa Pojok, kecamatan Garum, Kabupaten Blitar. Kumbang tanduk kelapa atau Oryctes rhinoceros L merupakan salah satu hama utama tanaman atau pohon kelapa. Dalam berkembang biak, binatang tersebut paling menyukai tempat hidup di pohon kelapa yang telah mati.

Imago atau kumbang dewasa menyerang pucuk dan pangkal pada daun muda yang belum membuka, sehingga merusak jaringan aktif atau meristem pertumbuhan semua jenis tanaman kelapa. Hingga sampai saat ini belum ada tanaman kelapa satupun yang mampu bertahan terhadap serangan hama kwangwung. Tanaman kelapa yang menjadi sasaran hama kumbang tanduk pada awalnya layu kemudian tanaman tersebut tersebut secara perlahan lahan mati.

Choirul Umam, salah seorang petani yang berdomisili di desa Pojok, Garum mengungkapkan banyaknya pohon kelapa yang menjadi target serangan kwangwung atau kumbang badak di sekitar tempat tinggalnya. Ratusan tanaman atau pohon kelapa telah terindikasi sekarat dampak dari serangan binatang kwangwung.

“Waktu kami jagongan dengan salah satu pedagang kelapa, diceritakan bahwa di beberapa desa wilayah kecamatan Garum tampak sekilas pohon pohon kelapa terlihat sudah mati, dan serangan kwangwung tersebut terjadi hampir di setiap desa atau sudah hampir merata,” ungkapnya kepada HarianForum.com, Mimggu (04/04).

Dilanjutkan Umam, kwangwung biasa disebut kumbang tanduk maupun kumbang badak karena pada kepala binatang tersebut terdapat tonjolan semacam cula badak, menyerang pada daun kelapa. Akibat serangan binatang tersebut kerusakan terjadi pada titik tumbuh tanaman kelapa yang dijadikan oleh kumbang dewasa sebagai tempat menyusup ke dalam.

Dan dampaknya pada umbut yaitu batang bagian kepala dari pohon kepala di mana tempat tumbuh daun-daun muda
atau bakal daun mengalami kerusakan, yang ditandai pada daun kelapa berbentuk segitiga. Kumbang badak atau kwangwung biasanya pada saat menjelang malam atau pada malam hari, mulai beterbangan menuju mahkota daun tanaman kelapa serta menuju ujung batang kemudian menggerek sampai ke titik tumbuh.

Adanya serangan kwangwung, Choirul Umam menuturkan kekhawatirannya binatang tersebut akan melakukan ekspansi dan menyebar lebih luas di area tanaman kelapa di desa lainnya. Kekhawatirannya cukup beralasan, apabila tidak ada pihak yang mengendalikan atau melakukan pencegahan aksi hama tersebut, kwangwung akan terus merusak batang yang menyebabkan patah.Dan serangan kumbang badak pada tanaman kelapa yang sudah berbuah namun belum masak akan menimbulkan kerugian yang besar.

“Semoga serangan kwangwung secepatnya teratasi, jangan sampai pohon pohon kelapa punah, kemanfaatan yang diperoleh mulai akar, batang, daun, buah dan bunga dampaknya tidak hanya berimbas pada perekonomian namun juga persoalan ekologi. Seharusnya dalam kondisi seperti sekarang ini, segera disikapi oleh pihak terkait dengan tindakan penanggulangan. Kalau penanganan dilakukan secara mandiri oleh petani atau pemilik lahan tidak bersama sama, hasilnya tidak efektif. Menyelesaikan masalah kwangwung, sebenarnya ada satu musuh alami, yaitu tupai. Namun populasi tupai pada saat ini sudah sangat minim dan tidak bisa diharapkan dapat mengendalikan kwangwung. Peraturan pemerintah desa maupun peraturan bupati tentang perlindungan terhadap satwa dan tanaman sudah saatnya segera diterapkan. Serangan kwangwung sebenarnya terlihat kurang lebih 7 tahun yang lalu, tetapi tidak begitu parah, kerusakan terjadi hanya pada beberapa pohon saja. Tetapi pada tahun ini serangan kwangwung benar benar terasa masif,” tandas Choirul Umam.(Ans)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *