Blitar – Harian Forum.com – Ritual yang digelar pada Jum’at (16/1) di mata air Sumber Gilang, di desa Gogodeso, kecamatan Kanigoro, kabupaten Blitar, merupakan manifestasi rasa syukur kepada Allah SWT dengan terus ditebarkannya nikmat, karunia, dan semua kebaikan- kebaikan. Diungkapkan Choirul Anam, esensi air tidak hanya sebatas sebagai sumber kehidupan dan kesuburan, akan tetapi menurutnya air juga merupakan simbol kejernihan batin, keteguhan dan kerendahan hati dengan memaparkan bahwasanya air bergerak maju dari tempat tinggi mengalir ke tempat yang rendah, yang bisa dimanfaatkan serta dikelola untuk memenuhi apa yang dibutuhkan oleh mahluk yang berada dibawah.
Choirul melanjutkan, tradisi “Bedah Sumber” saat ini dilakukan oleh kelompok tani Ngudi Makmur dusun Ngade dan kelompok tani Mekar Sari dusun Serut seusai tanam, dan seperti biasanya dalam menggelar do’a bersama selalu dibarengi dengan tradisi kenduri, sebuah ekspresi selain rasa syukur kepada Tuhan atas nikmat – nikmat yang diterima juga mendorong untuk gotong royong dan meneguhkan persaudaraan di antara warga.
“sesama mahluk Allah itu kita harus melakukan silaturahmi, dimana sumber air itu sama dengan kita, juga ciptaan Allah.Hari ini kita bersilaturahmi dengan menggelar do’a bersama serta kenduri di mata air Sumber Gilang.Yang menghadiri dalam acara tadi, kelompok tani Ngudi Makmur dusun Ngade dan
kelompok tani Mekar Sari dusun Serut.Intinya kita saling menyapa karena air memberi kehidupan, namun pada sisi lain, air juga bisa menimbulkan bencana, bagi petani.Maka kalau kita bersahabat, tentunya kita saling mendukung” terang Choirul Anam.

(Warga Gogodeso sedang menggelar do’a bersama)
Dirinya juga menyampaikan dengan konteks filosofi, bahwasanya cinta mengilustrasikan sifat yang menyelipkan perasaan kasih, berupa empati maupun perhatian, dilakukan oleh manusia terhadap sesamanya juga terhadap bukan sesamanya. Digambarkan Choirul, pesan cinta yang diberikan pohon kepada mahluk hidup lainnya termasuk manusia, pohon membuat dan memberikan udara segar, menyediakan keteduhan bagi siapa saja yang membutuhkan, dan pohon mengajarkan bahwa cinta sesuatu yang terus tumbuh dan berkembang, tanpa pernah mengenal keputus asaan.Begitu juga air, yang bergerak, selalu beradaptasi, serta terus berusaha mencari jalan untuk menuju satu tujuan, bukan diam hanya berpasrah diri.
” yang hadir dalam do’ a dan kenduri tadi, ada spiritualis yang mempunyai kepekaan dan pemahaman mendalam terhadap fenomena alam, bahwa mata air Sumber Gilang telah mengucapkan terima kasih kepada semua yang hadir.Sedangkan acara dilaksanakan setelah tanam, tujuannya selain untuk menyampaikan rasa syukur kepada Sang Pencipta karena kita sudah melakukan penanaman, juga memohon agar tidak ada wabah atau penyakit yang menyerang tanaman yang telah kita ” tandas Choirul Anam.(Ans).












