Berita

Pengurus Partai Dan Sayap Gerindra Kota Blitar, Tegas Tolak Budi Arie Masuk Di Kepengurusan DPP Partai Gerindra

145
×

Pengurus Partai Dan Sayap Gerindra Kota Blitar, Tegas Tolak Budi Arie Masuk Di Kepengurusan DPP Partai Gerindra

Sebarkan artikel ini

Blitar, HarianForum.com – Rencana bergabungnya ketua umum relawan Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi ke partai politik yang didirikan Prabowo Subianto, ternyata disambut gelombang penolakan dari para kader dan hampir seluruh kepengurusan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) di Indonesia. Manuver politik tokoh penggerak relawan pendukung Joko Widodo yang pernah menjabat wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Menteri Komunikasi dan Informatika untuk bergabung di Partai Gerindra, juga tidak luput mendapat reaksi keras dari pengurus dan para kader Partai Gerindra Kota Blitar.

Aksi penentangan dari pengurus hingga akar rumput Partai Gerindra Kota Blitar dilakukan dengan melihat sepak terjang politik dimasa lalu, tidak terkecuali aksi politiknya pada dua kali pemilihan presiden, hingga membuat kader Partai Gerindra menilai bahwasanya Budi Arie merupakan sosok oportunis dengan mudahnya ingin menanjakkan kakinya di panggung elit politik, tanpa merasakan kerasnya perjuangan dalam membesarkan partai. Sementara saat ini, hasil survei di beberapa lembaga penelitian telah merilis tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo Subianto hingga mendongkrak elektabilitas Partai Gerindra.

Bertempat di kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Blitar, digelar pada Sabtu (8/11) pukul 10.00 WIB, yang mana seluruh pengurus DPC Partai Gerindra Kota Blitar bersama anggota DPRD Kota Blitar dari Partai Gerindra, ketua, sekretaris, bendahara Pengurus Anak Cabang (PAC) Partai Gerindra, serta sayap – sayap partai Tunas Indonesia Raya (TIDAR), Perempuan Indonesia Raya (PIRA), Satuan Relawan Indonesia Raya (SATRIA), Kesehatan Indonesia Raya (KESIRA), Gerakan Muslim Indonesia Raya (GEMIRA) hingga Sahabat Pemenang Indonesia (SPI) mendeklarasikan dengan menyatakan secara tegas penolakan terhadap ketua umum Pro Jokowi (Projo) Budi Arie yang hendak bergabung di Partai Gerindra.

Usai pernyataan sikap, sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Blitar, Tan Ngi Hing kepada wartawan mengungkapkan semua pengurus Partai Gerindra kota Blitar serta sayap – sayap partai dengan tegas menolak Budi Arie Setiadi masuk dikepengurusan DPP Partai Gerindra.Anggota DPRD Kota Blitar juga menandaskan, bahwa ketua umum Projo dianggap hanya menumpang disaat Prabowo Subianto ketua umum Partai Gerindra memperoleh kemenangan dalam pemilihan presiden ( pilpres ), hingga mengantarkannya sebagai presiden. Tan Ngi Hing mengingatkan dua kali dalam pemilihan presiden, Budi Arie sering membuat manuver politik yang dinilai tidak etis dan menyakitkan bagi kader Gerindra.

“Kita menolak pak Budi Arie ketua umum Projo yang akan bergabung dalam partai Gerindra dan masuk kepengurusan. Kita sebagai kader militan tidak nyaman, kita kader militan tidak rela ketika ada orang hanya mencari panggung politik, untuk kepentingannya sendiri.Lebih baik pak Budi Arie sebagai ketua umum Projo membantu pak Prabowo itu lebih baik, jangan sampai masuk di kepengurusan. Kita dari awal bersusah payah membesarkan partai, menolak Budi Ari masuk di kepengurusan Partai Gerindra.” tandas Tan Ngi Hing.

“Ketika Gerindra menang, ketika pak Prabowo menjadi presiden dia ingin mencari panggung. Kita mereview pada saat pilpres yang lalu bagaimana manuver – manuver politik yang dilakukannya.” tambahnya.

Di acara yang sama, ketua Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) Partai Gerindra, Yohan Tri Waluyo menyepakati deklarasi penolakan terhadap Budi Arie Setiadi yang rencananya masuk di kepengurusan DPP Partai Gerindra.Anggota DPRD Kota Blitar dari Partai Gerindra, membenarkan dengan apa yang disampaikan sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Blitar Tan Ngi Hing, bila mengingat kebelakang 25 tahun yang lalu, ketua umum Partai Gerindra Prabowo Subianto benar – benar berjuang dengan keras untuk membesarkan partai.

“Dan pada saat ini, disaat pak Prabowo menjadi presiden, kenapa tiba – tiba pak Budi Arie masuk ke Gerindra.Kita tentu menghormati relawan, namun kita juga tidak lupa 10 tahun yang lalu, pak Budi Arie sempat memberikan statement yang kontroversial terhadap pak Prabowo. Dan yang pasti, kita tidak ingin masuknya pak Budi Arie di kepengurusan menjadikan para kader di semua kepengurusan mulai dari DPP, DPD dan DPC itu terpecah. Teman – teman tadi menyuarakan sangat disayangkan bila pak Budi Arie bisa masuk di kepengurusan DPP. Dan DPC Kota Blitar dalam hal ini sangat memperhatikan suara – suara dari bawah.” pungkas Yohan Tri Waluyo.(Ans).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *