Jombang,HarianForum.com – “Saya tidak ingin mendengar petani miskin,” hal itu dikatakan Jend-TNI (purn) Moeldoko ketua Dewan Pimpinan Nasional HKTI dihadapan 56 Pengelola Pusat Pelatihan Pertanian Swadaya dari 38 Kab/Kota di Jawa Timur pada Jumat (21/07/2017) di P4S Sedulur Tani Bareng Jombang.
Upaya Moeldoko diwujudkan dengan cara Merubah Mindset dan metode agar petani yang sudah “karatan” menjadi petani yang corporate, selama ini ketika pada tahap pembahasan Tehnologi, Kapital dan Market, petani selalu tertekan, begitu menurutnya.
Bak melempar bola panas, Moeldoko yang waktu itu menjadi tamu dadakan dalam acara Bintek TUK P4S langsung memberikan penawaran kepada 56 P4S se Jatim itu untuk bergabung dan berpatner memajukan petani. Terang saja tantangan Moeldoko langsung direspon oleh Totok Sudaryanto selaku ketua Forum Komunikasi FK P4S Jatim.
Dalam tanggapanya Ir. Totok Sudaryanto menyataka, “Kami ini kumpulan orang-orang kaya dan berbahagia, kenapa demikian, karena menurut Totok hanya orang yang kaya yang mampu berbagi.”
“Berbagi apa, kita selalu berbagi ilmu, karena P4S adalah sebuah lembaga yang membagikan ilmu melalui pelatihan dan permagangan yang sifatnya swadaya,” katanya.
Pada kesempatan yang sama Ismail Fahmi Sekretaris FK P4S menambahkan, Perbuatan mulia membantu Pemerintah mencerdaskan petani demi peningkatan kesejahteraan adalah tugas utama P4S dengan keswadayaanya, karena itu P4S se Jawa Timur siap berpatner dengan DPN HKTI dalam kontek ini, “Ya tentunya sesuai dengan kaidah-kaidah ke P4S an kita.” Katanya
Diketahui sebanyak 56 P4S di Jatim masing-masing memiliki bidang garap sesuai keahlianya, tentunya nanti akan dimaping sektor apa yang dibutuhkan DPN HKTI dan akan ditempatkan sesuai bidang garap.
Pada akhir sambutanya Moeldoko meberikan batas waktu kepada FK P4S dalam tempo 2 kali 24 jam, sudah memberikan jawaban riil untuk bisa segera bekerja, karena pihaknya telah menyiapkan bibit padi unggul M70D dan M400 yang memiliki 5 keunggulan dengan rata-rata 6,5 Ton per hektar, berikut tehnologi dan pembiayaanya untuk petani.
Dan mengatakan dalam kepengurusan DPN HKTI melakukan perubahan siknifikan pada kelembagaan, dengan menambah formasi kepengurusan pada Wakil Ketua Bidang organisasi, Wakil Ketua Bidang Advokasi, Wakil Ketua Bidang Inovasi Bidang Pertanian, Wakil Ketua Bidang Aset dan Managemen(snk)