Blitar, Harian Forum.com – Pinggir jalan depan Puskesmas Sananwetan, kurang lebih 20 tahun menjadi saksi Purwanto pada saat menunggu hingga mengantar para penumpang dari fasilitas pelayanan kesehatan.Meski di usianya 65 tahun, dirinya setiap hari masih melakukan pekerjaan yang ditelateninya selama 30 tahun.Yang diingat salah satu warga kelurahan Karangtengah, kecamatan Sananwetan kota Blitar ini mulai mengayuh pedal becak dari tahun 1995.Dan Purwanto hingga saat ini masih menjalankan aktivitas rutin sebagai pengayuh becak, walaupun usianya tidak lagi muda dan mengaku sangat berpengaruh dengan kondisi serta kemampuan fisiknya.

” saya mbecak sudah lama, mulai tahun 1995.Kalau dihitung dari awal sampai sekarang mungkin sudah 30 tahun ” ujarnya singkat menjawab Harian Forum.com.(14/1)
Becak di kota Blitar, becak merupakan alat transportasi yang familier dengan masyarakat kalangan menengah dan bawah, karena becak sebuah sarana angkut bagi orang maupun barang yang sangat ramah lingkungan, dimana tenaga penggeraknya dilakukan dengan menggunakan tenaga manusia dengan cara dikayuh.
Seiring dengan terus bergesernya waktu dan bergantinya masa, becak semakin lama semakin jauh berkurang peminatnya.Kondisi tersebut cukup berlasan dengan semakin menurunnya minat masyarakat menggunakan becak disebabkan oleh tuntutan zaman hingga perubahan gaya hidup selain kecepatan dan efisiensi, juga kenyamanan pada alat transportasi.Belum lagi kepemilikan kendaraan motor pribadi yang semakin banyak, serta adanya jasa ojek dengan daring, membuat moda transportasi tradisional tersebut semakin jatuh terpuruk.
Kenyataan yang ada telah dirasakan Purwanto, dimana pada saat ini dirinya sudah terbiasa dalam sehari tidak memperoleh hasil untuk dibawa pulang, karena tidak ada penumpang yang menggunakan jasa becaknya.
” sekarang belum tentu satu hari mendapat penumpang, sering kosong.Bahkan seminggu mendapat penumpang satu kali itu sudah biasa. ”
jelas Purwanto sambil melirik saudara iparnya Sunyoto juga sebagai penarik becak yang dilakoni lebih dari 47 tahun.
Namun Purwanto mempunyai asa kembali untuk bisa melanjutkan profesi yang digelutinya, setelah mendengar kabar dalam waktu dekat wakil walikota Blitar Elim Tyu Samba akan menyerahkan 200 becak listrik bantuan dari Presiden Prabowo Subianto untuk penarik becak kota Blitar, dan dikhususkan bagi lanjut usia ( lansia ).
Bantuan becak listrik bagi penarik becak yang berusia 60 tahun lebih,
menjadi sebuah dukungan terhadap upaya peningkatan kesejahteraan warga kota Blitar yang berprofesi sebagai penarik becak lanjut usia, hingga dapatnya menjalankan pekerjaannya lebih mudah dan praktis, tanpa harus menggunakan semua kekuatan fisik yang menguras tenaga serta ramah lingkungan.
” ya pasti senang kalau benar – benar dapat bantuan becak listrik dari pak presiden, karena nanti tidak mengayuh lagi.Kemarin saya sudah mengirim foto KTP yang dipergunakan untuk persyaratan memperoleh bantuan, jadi sekarang sangat berharap semoga dapat bantuan becak listrik ” tandasnya.(Ans).












