Powered by free wordpress themes

Monday , November 29 2021
Home / Serba-serbi / Zubas Arief Rahman Hakim, Anak Pantai Yang Mengabdi Tanpa Henti

Powered by free wordpress themes

Kang Arif saat mengunjungi warganya yang sakit.

Zubas Arief Rahman Hakim, Anak Pantai Yang Mengabdi Tanpa Henti

Tuban, HarianForum.com- Senja temaram membalut garis laut Socorejo kecamatan jenu, pendar lampu perahu nelayan terlihat nan jauh menghias seperti ribuan intan, ya, disanalah pusaran kehidupan dengan segala harapan digantungkan. “Dimas pulang, sudah mahgrib, waktunya ngaji,” lengkingan suara Yu Sarmi memanggil anak semata wayangnya membubarkan bocah-bocah yang masih asik bermain gunungan pasir.

Begitulah Socorejo, sebuah desa yang belakangan ini menjadi pembahasan nasional, sederet prestasi telah ditorehkan desa yang penduduknya mayoritas pelaut tersebut. Tak pelak, tiga tahun kepemimpinan (Kang Arif), begitu sapaan karibnya, Socorejo telah menjelma menjadi sebuah desa yang pantas diperhitungakan dalam segala sektor, gaya low profile yang dimiliki kades muda itu telah membakar energi positif masyarakat setempat bergerak dinamis menuju kesejahteraan yang mandiri.

Sebagai juara 1 nasional desa sadar jaminan sosial ketenagakerjaan tahun 2019 adalah kado manis untuk Socorejo diakhir tahun,berawal dari sebuah proses yang panjang kiranya hingga prestasi itu diraih. “Saya persembahkan predikat terbaik ini kepada rakyat Socorejo secara utuh ,karena tanpa mereka Arif bukan apa-apa,” begitu kutipan yang disampaikan sesaat setelah penganugrahan piala itu dijakarta beberapa waktu silam.

Letak geografis desa yang dihimpit banyak perusahaan skala Nasional mengharuskan kepala desa ini mampu berkomunikasi dengan baik dan bersinergi dengan banyak pihak, semua berorentasi untuk kepentingan rakyat socorejo dan kemakmuran tentunya.

Hampir separuh perjalanan pengabdianya jebolan IAIN sunan kalijogo Jogyakarta ini mampu menjalankan roda pemerintahan dengan elok, karakteristik anak pantai yang pantang menyerah telah mampu diejowantahkan dalam bentuk ketulusan dan tanggung jawab sebagai kepala desa, “Nahkoda yang tangguh dihasilkan dari ombak yang ganas,” ucapnya suatu waktu.

Suara adzan isya yang syahdu dari Masjid Al-istiqomah mengharuskan penulis untuk segera pamit meninggalkan hangatnya Socorejo dimalam hari, “Jangan pulang dulu, sudah tak bakarkan ikan,” pinta Kang Arif.

Terimakasih Pak Kades, saya harus segara bergeser, tetaplah selalu di garda depan perjuangan, tetaplah dihati rakyat Socorejo, jadilah nahkoda yang bijak dan dirindukan setiap waktu.(tbn01)

Check Also

Kapolres Nganjuk Tingkatkan Kompetensi Personel Dengan Program Trobosan “Polisi Belajar”

Nganjuk, HarianForum.com– Tingkatkan kompetensi dengan saling berbagi pengetahuan tugas kepolisian lewat program Polisi Belajar. Menurut …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *