Powered by free wordpress themes

Monday , September 20 2021
Home / Kesehatan / Terbukti Sembuh Dari COVID-19 Dengan Asap Cair, Irsan Menunggu Dukungan Presiden

Powered by free wordpress themes

Terbukti Sembuh Dari COVID-19 Dengan Asap Cair, Irsan Menunggu Dukungan Presiden

Situbondo, HarianForum.com- Irsan Surya Imana, sampai saat ini tidak tertarik ketika media memberi informasi bahwa presiden Amerika Donald Trump telah menemukan vaksin untuk virus corona. Atau pabrik obat obatan mulai dari BioN Tech dan Pfizer Inc, Cyto Dyn Inc, Gilead Science Inc dan masih banyak lagi perusahaan perusahan farmasi di seluruh dunia berlomba menciptakan formula anti virus corona yang sampai saat ini masih tetap menjarah dan menimbulkan kepanikan penduduk dunia.

Irsan salah satu warga kabupaten Situbondo, justru mengaku temannya yang tinggal di kabupaten Subang, propinsi Jawa Barat telah positif terinfeksi virus corona, namun beberapa minggu yang lalu telah dinyatakan sembuh oleh pihak medis yang menangani. Irsan membenarkan bahwa temannya telah mengakui bahwa kesembuhannya akibat terinfeksi COVID-19 bukan vaksin produk Amerika, China maupun Jerman, akan tetapi temannya telah mengkonsumsi asap cair.

Dikonfirmasi HarianForum.com (09/05/20) tentang asap cair serta kegunaanya. Irsan menerangkan bahwa asap cair atau wood vinegar merupakan proses pengembunan dari uap hasil pembakaran secara langsung maupun tidak langsung mulai dari tempurung kelapa, bongkol kelapa sawit, serbuk gergaji, sekam, berbagai macam jenis kayu dan lainnya.

“Asap cair grade 1, adalah hasil samping dari pembakaran tempurung kelapa berupa asap ditampung kemudian dialirankan melalui pipa masuk ke penampung pendingin agar terjadi proses kondensasi. Maka dari proses tersebut dihasilkan asap dalam bentuk cair atau dinamakan asap cair dan masih dalam grade 3 karena material cairanya masih berwarna hitam,” terang Irsan.

Melalui percakapan telepon seluler, Irsan Surya Imana salah satu Dewan Pengawas Pengurus Pusat Mari Sejahterakan Petani Indonesia atau DPP MSP menuturkan bahwa temannya mengakui kesembuhan dari serangan virus corona karena telah mengkonsumsi setiap harinya satu sendok makan asap cair.

Dijelaskannya bahwa harus dibedakan antara asap cair grade 3 atau yang masih berwarna hitam yang biasanya digunakan untuk tanaman dalam upaya menghindari mengobati tanaman terhadap virus, jamur juga parasit dengan asap cair grade 1 bisa dikonsumsi bagi manusia.

“Asap cair yang dikonsumsi manusia bukan seperti yang kita bayangkan sama pada tanaman. Proses mencapai pada grade 1 yang bisa dikonsumsi oleh manusia, diperlukan penyulingan selanjutnya yang akan menghasilkan asap cair berwarna bening.Dan untuk asap cair grade 1 apabila ditambahkan rempah rempah bisa digunakan sebagai penangkal COVID-19,” tuturnya.

Ditanya tentang aturan maupun petunjuk penggunaan asap cair bagi penderita covid-19, Irsan menegaskan, apapun bentuk pengobatan pasti menggunakan aturan agar tidak terjadi akibat yang lebih merugikan pada penderita.

“Untuk orang yang sehat, konsumsi asap cair grade 1 yang telah dicampur dengan rempah rempah cukup 20 mililiter, sedangkan bagi yang sakit atau positif terpapar virus setiap orang dibutuhkan 50 mililiter. Dan untuk konsumsi juga dengan periode waktu berbeda. Formula asap cair sepertinya menjadi sebuah solusi pandemi virus corona di Indonesia, dan kami sudah menyampaikan ke bapak presiden bahwa asap cair agar mendapat dukungan dan direkomendasi sebagai salah satu solusi dalam penyelesaian pandemi virus corona. Dan nantinya teman teman Mari Sejahterakan Petani akan memproduksi asap cair penangkal virus corona di seluruh Indonesia, kita tunggu dukungan beliau karena pengembangan apapun dibutuhkan dukungan penyediaan sarana dan prasarana,” pungkas Irsan Surya Imana.(Ans)

Check Also

Wujudkan Herd Immunity, Kapolres Bersama Forkopimda Nganjuk Tinjau Vaksinasi Di Ponpes

Nganjuk HarianForum.com,– Dalam Rangka Bhakti Bhayangkara Untuk Negeri, Polres Nganjuk menggelar serbuan vaksin merdeka semeru …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *