NGANJUK, HarianForum.com – Pemandangan berbeda terlihat di kawasan wisata Jolotundo, Desa Bajulan, Kamis sore (12/03/2026). Jika biasanya pertemuan resmi antara Pemerintah Kabupaten Nganjuk dan awak media berlangsung kaku di balik tembok Pendopo, kali ini nuansa kekeluargaan begitu kental terasa di bawah sejuknya udara lereng Gunung Wilis.
Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, yang akrab disapa Kang Marhaen, sengaja memilih lokasi terbuka untuk menggelar agenda “Silaturahmi dan Buka Bersama Jurnalis se-Kabupaten Nganjuk”. Didampingi jajaran Forkopimda, Kang Marhaen ingin memecah kekakuan birokrasi demi menjalin komunikasi yang lebih cair.
“Saya ingin kita lebih relaks. Di sini (Jolotundo), kita bisa bicara sebagai sahabat, bukan sekadar urusan kedinasan. Kita kesampingkan dulu formalitas agar persahabatan ini lebih terasa,” ujar Kang Marhaen dengan hangat.
Bagi Kang Marhaen, peran jurnalis sangat krusial dalam pembangunan Nganjuk. Ia menyebut pers sebagai mitra strategis yang memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan edukasi kepada publik. Ia pun menitipkan pesan agar para jurnalis tetap menjaga “marwah” profesinya.
“Pers adalah instrumen kontrol sosial. Saya sangat berharap rekan-rekan jurnalis terus menyajikan informasi yang kritis namun tetap profesional dan berimbang. Etika jurnalistik harus menjadi panglima dalam setiap berita yang sampai ke masyarakat,” tambahnya.
Acara yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan ramah tamah dan buka puasa bersama. Sambil menikmati sajian prasmanan, para jurnalis tampak asyik berdiskusi santai dengan Bupati, menciptakan sinergi yang kuat untuk masa depan Kabupaten Nganjuk yang lebih baik.
Pemilihan Wisata Jolotundo sendiri bukan tanpa alasan. Selain udaranya yang segar, lokasi ini dipilih untuk mempromosikan potensi wisata lokal Nganjuk agar semakin dikenal luas melalui tangan dingin para jurnalis.












