Powered by free wordpress themes

Monday , September 27 2021
Home / Seni Budaya / SEJARAH KABUPATEN GRESIK

Powered by free wordpress themes

Foto : kompasproperti.

SEJARAH KABUPATEN GRESIK

A. Gresik iku Gerak Gerike Sarwa Resik

Gresik bermakna gerak gerike sarwa resik. Resik lahir, resik batin. Sura dira jayaningrat, lebur dening pangastuti. Becik ketitik, ala ketara. Sing bener ketenger, sing goroh growah. Inilah ajaran Kanjeng Sunan Giri yang lestari sepanjang masa. Nuting jaman kelakone.

Dalam sejarah tanah Jawa Kanjeng Sunan Giri adalah salah satu dari Wali Sanga, yang bertugas di daerah Gresik. Beliau hidup antara tahun 1365 – 1428. Ayahnya bernama Maulana Ishaq, berasal dari Pasai. Ibunya bernama Sekardadu, putri Bupati Blambangan, Adipati Minak Sembuyu. Keduanya memang trahing kusuma.

Maulana Ishaq dan Dewi Sekardadu dimakamkan di Kabupaten Lamongan. Dadi obore jagad raya. Nama kecil Sunan Giri adalah Jaka Samudra. Masa kanak kanak diasuh oleh janda kaya raya, Nyai Ageng Pinatih. Menjelang dewasa Jaka Samudra berguru kepada Kanjeng Sunan Ampel. Jaka Samudra diberi gelar kebesaran oleh Sunan Ampel dengan gelar Raden Paku. Selama 40 hari 40 malam Raden Paku bertapa di sebuah gua sirung.

Sedhakep saluku tunggal, amepet babahan hawa sanga, sajuga kang sinidhikara. Megeng napas mbendung swara. Beliau berdoa dengan khusuk, meminta petunjuk Allah, ingin mendirikan peguron. Sarana mulang muruk marang sesamaning tumitah.

Manjing sanggar pamelengan. Selesai bertapa, Raden Paku berangkat mengembara. Lelana brata di sebuah perbukitan di Desa Sidomukti, Kebomas. Beliau kemudian mendirikan Pesantren Giri. Raden Paku dikenal sebagai Kanjeng Sunan Giri. Ulama kang kesdik paningale, alus panggraitane.

Namanya melambung menghiasi peradaban. Asma kinarya japa. Dalam bahasa Sansekerta, Giri berarti gunung. Ilmunya tinggi menjulang seperti gunung. Banyak peninggalan yang menunjukan kebesaran Pesantren Giri, yang berkembang menjadi Kewalian Giri Kedaton, Giri Prapen, Giri Gajah. .

Daerah sepanjang perbukitan itu terlihat petilasan Kanjeng Sunan Giri Parepen. Jauhnya sekitar satu kilometer dari makam Sunan Giri. Pesantren Giri terkenal ke seluruh penjuru Jawa, bahkan sampai ke Madura, Lombok, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku. Murid Sunan Giri juga bertebaran sampai ke Cina, India, Mesir, Arab, Afrika dan Eropa. Njajah desa milangkori.

Ketika Sunan Ampel surut ing kasedan jati pada 1478, Sunan Giri diangkat menjadi penggantinya. Atas usulan Sunan Kalijaga, beliau diberi gelar Prabu Satmata. Pemberian gelar sesebutan itu jatuh pada 9 Maret 1487, yang kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Gresik. Di kalangan Wali nan Sembilan, Sunan Giri juga dikenal sebagai ahli politik dan tata praja . Beliau pernah menyusun peraturan tata praja dan pedoman tata cara di keraton. Pandangan politiknya pun dijadikan rujukan. Pandam pandom panduming dumadi.

Berdirinya berbagai kerajaan Islam, seperti Demak, Pajang, dan Mataram, tidak lepas dari peranan Sunan Giri. Pengaruhnya melintas sampai ke luar Pulau Jawa, seperti Makasar, Hitu, dan Ternate. Seorang raja dianggap sah kerajaannya kalau sudah direstui Sunan Giri. Punya legitimasi tinggi.

Pada 1480, para wali merumuskan perlunya didirikan sebuah kerajaan Demak. Setelah musyawarah tuntas, maka diputuskan Bintoro sebagai pusatnya. Sunan Giri dipercaya untuk menata dasar-dasar kerajaan Demak masa permulaan. Selama selapan hari Sunan Giri memangku jabatan Kasultanan Demak . Setelah itu, beliau menyerahkannya kepada Raden Patah, putra Raja Majapahit, Prabu Brawijaya V.

Pusaka Majapahit diserahkan kepada Raden Patah. Beliau pewaris sah Majapahit. Kerajaan Demak Bintoro berdiri dan dianggap sebagai kerajaan Islam pertama di Jawa. Sunan Giri lebih dikenal sebagai ulama agung.

Kanjeng Sunan Giri bermula ketika Maulana Ishaq tertarik mengunjungi Jawa Timur, karena ingin menyebarkan agama Islam. Tampaknya, Sunan Giri lebih memilih jejak langkah ayahnya, Syekh Maulana Ishaq, seorang ulama dari Gujarat yang menetap di Pasai atau Aceh. Ibunya Dewi Sekardadu, putri penguasa Hindu Blambangan bernama Prabu Menak Sembuyu. Setelah bertemu dengan Sunan Ampel, yang masih sepupunya, ia disarankan berdakwah di daerah Blambangan. Ketika itu, masyarakat Blambangan sedang tertimpa wabah penyakit. Bahkan putri Raja Blambangan, Dewi Sekardadu, ikut terjangkit. Nandhang lara wiyoga. Semua dukun tersohor tidak berhasil mengobatinya. Pasang sayembara Ageng.

Kanjeng Adipati mengumumkan sayembara: siapa yang berhasil mengobati sang Dewi, bila laki-laki akan dijodohkan dengannya, bila perempuan dijadikan saudara angkat sang dewi. Tak ada seorang pun yang sanggup memenangkan sayembara itu. Di tengah kesedihan, sang prabu mengutus patih mencari pertapa sakti mandraguna. Dalam pencarian itu, patih sempat bertemu dengan seorang pertapa sakti, Begawan Kandiyana namanya. Maulana Ishaq mau mengobati Dewi Sekardadu. Beliau waluya jati. Sembuh total.

Dewi Sekardadu dinikahkan dengan Maulana Ishaq. Bayi yang cumlorot pasuryane itu lalu diserahkan kepada Nyai Ageng Pinatih. Bayi laki-laki yang kemudian dinamai Jaka Samudra dititipkan di padepokan Sunan Ampel. Sigra digulawenthah.

Putra linuwih. Kilas balik masa kelahiran hingga wafatnya perlu dipahami. Karena kecerdasannya, anak itu diberi gelar Maulana Ainul Yaqin. Setelah bertahun-tahun belajar, Jaka Samudra dan putranya, Raden Maulana Makdum Ibrahim, diutus Sunan Ampel untuk menimba ilmu di Mekah. Tapi, mereka harus pinarak lenggah dulu di Pasai, untuk menemui Syekh Maulana Ishaq. Sesepuh masyarakat yang terhormat.

Sunan Ampel ingin mempertemukan Raden Paku dengan ayah kandungnya. Setelah belajar selama tujuh tahun di Pasai, mereka kembali ke Jawa. Pada saat itulah Maulana Ishaq membekali Raden Paku dengan segenggam tanah. Sebagai sipat kandel. Sunan Giri surut ing kasedan jatipada 1506 M, dalam usia 63 tahun. Ia dimakamkan di Giri, Kebomas, Gresik. Pepundhen kang pinundhi pindha pusaka.
Kewalian Giri menjadi pendukung utama Kasultanan Demak Bintara.

B. Kewibawaan Kewalian Giri terhadap Kerajaan Jawa

Kewibawaan kewalian Giri Kedhaton terjadi pada masa berdirinya kasultanan Pajang pada tahun 1546. Raja Pajang bernama Joko Tingkir atau Sultan Hadiwijaya. Segala kebijakan kasultanan Pajang atas restu Kanjeng Sunan Giri.

Kayungyun dening pepoyane kautaman. Pengaruh Giri juga berlangsung pada jaman kerajaan Mataram pada tahun 1582. Setiap pergantian raja lebih dulu bermusyawarah dengan guru spiritual Gresik. Di daerah Gresik dan sekitarnya, Kewalian Giri Kedhaton sangat dihormati dan ditaati terutama dalam hal legitimasi kekuasaan. Bahkan untuk urusan politik pun diserahkan kepada Kewalian Giri Kedhaton, sehingga di sana juga berdiri sebuah komunitas yang mirip kerajaan. Kewalian Giri Kedhaton ini mendapat sokongan dari para pedagang-pedagang di sepanjang pantai utara Jawa.

Pengayom kraton Mataram. Peranan Kewalian Giri secara politik nantinya jatuh pada jaman Sunan Giri Gajah oleh Panembahan Senapati Mataram, lewat peristiwa pemilihan isi atau wadah antara Adipati Surabaya yang mewakili Giri dan Panembahan Senapati yang mewakili kraton Mataram.

Adipati Surabaya yang disuruh memilih terlebih dahulu. Beliau memilih isi. Panembahan Senapati kebagian wadah. Isi melambangkan intisari dan wadah melambangkan kekuatan politik dan kekuasaan kerajaan. Kewalian Giri termasuk Surabaya dan sekitarnya masuk ke dalam kekuasaan Mataram. Ajaran Islam tetap mengalir dari Gresik, Surabaya ke Mataram. Wilayah kang misuwur nganti jaban rangkah.

Guru suci ing tanah Jawi. Bersama Makdum Ibrahim atau Sunan Bonang, Raden Paku pergi haji ke Mekah. Di sana Raden Paku berjumpa dengan ayahnya, Maulana Ishaq yang sudah bergelar Syekh Awalul Islam. Sepulang dari Mekah Raden Paku mendirikan pesantren di Giri, Gresik, sehingga orang menyebutnya sebagai Sunan Giri. Dakwah Islamiyah menggunakan jalur politik dan budaya. Sunan Giri menciptakan permainan jetungan, Jamuran, Gula ganti, Cublak-cublak suweng, Tembang Asmarandana, Tembang Pocung. Selain itu Sunan Giri juga sering berpesan kepada para santrinya yang ingin mencari ilmu ketuhanan. Tata lahir amakarti, jroning batin angesti Gusti.

Dulu kala Kadipaten Gresik merupakan kota pelabuhan yang kawentar karena letaknya terlindung di Selat Madura, dan membelakangi tanah yang subur. Delta Bengawan Solo mengalir sampai jauh. Sungai besar itu pernah menjadi jalan penghubung yang krusial antara Pajang Hadiningrat. Kemudian Kartasura dan Surakarta dengan tanah-tanah pesisir di timur laut. Bengawan gedhe diapit gunung kendheng dan Gunung Renteng.

Mangku bandaran ageng. Gresik didirikan sebagai kota pelabuhan pada paruh kedua abad ke-14 di sebidang tanah pesisir yang terlantar. kawula dalem pertama ialah pelaut dan pegawai Tiongkok. Kerjasama dalam perdagangan dan ekonomi.

Pada tahun 1469 perkampungan baru di Gresik itu sudah menjadi gemah ripah loh jinawi, pada 1411 seorang pejabat Tionghoa di situ mengirim utusan yang membawa surat-surat dan bulu bekti glondhong pengareng-areng, guru bakal guru dadi, peni-peni raja peni, mas picis raja brana ke kraton Kaisar di Tionghoa. Hubungan diplomasi berlangsung aman nyaman.

Pada 1387 Gresik sudah dikenal sebagai tlatah kekuasaan Narendra Agung Majapahit. Ini terbukti dari Piagam Karang Bogem, yang berisi ketetapan mengenai kawula yang berasal dari Gresik. Kanjeng Sunan Giri yang waktu itu sedang menulis dengan kalam mencipta kalam atau penanya tadi menjadi Keris Kalamunyeng yang berputar-putar. Duk nalikaning Kanjeng Sunan Giri telah wafat, kali ini pada masa Kanjeng Sunan Giri Prapen memiliki prajurit jutaan tawon yang keluar dari peti Kanjeng Sunan Giri Parepen. Ulama sakti yang kharismatik.

Mangku bandaran Ageng atas wilayah Gresik. Adanya Kadipaten Gresik ini tanda bahwa wilayah pengislaman di Jawa terlebih dulu wilayah Jawa Timur. Wilayah itu antara lain Gresik, Tuban, Ampel, dan lingkungan Istana Majapahit. Adapun wilayah Jawa Tengah yang terlebih dulu menerima Islam adalah Demak Bintara, Jepara, Kudus dan tlatah alas Roban, Batang. Tlatah Kudus melalui tokoh Raden Rahmat, sedangkan alas Roban atau Batang melalui perjalanan Raden Patah. Beliau membentuk Dewan Wali Sanga.

Peran spiritual Gresik cukup dominan dalam dinamika Kerajaan Jawa. Sudah sejak abad ke-14 ada hubungan lewat laut, sepanjang pesisir Selat Madura, antara Gresik dan Blambangan. kota-kota pelabuhan di antara kedua tempat itu ramai sekali. Adanya makam-makam dan petilasan Islam yang sudah tua sekali. Di sana ditemukan dekat Gresik maupun mengenai kedua saudara kakak beradik yang menjadi priyayi penting. Keduanya putra seorang Arab yang palakrama dengan putri Cempa. Pembauran lewat budaya dan perkawinan.

Mikul dhuwur mendhem jero para leluhur. Putra sulung adalah perintis kelompok Islam di Gresik. Adiknya, yang bernama Raden Saleh, kelak kawentar sebagai Kanjeng Sunan Ngampel Denta dari Surabaya. Hubungan kisah mengenai asal usul Kanjeng Sunan Giri, Adipati Surabaya, maupun kedua ratu di Gresik pada tahun 1496.

Peguron Gresik semakin arum kuncara. Dakwah Islamiyah di Gresik ditinjau lancar. Ini dari segi interaksinya dengan lingkungan sosial setempat ngrembaka Jati diri atau kepribadian ajaran agama dijaga. Beberapa pemimpin yang pernah membina wilayah Gresik selalu berhubungan harmonis dengan Kanjeng Sunan Giri. Layaknya hubungan guru murid.

1. Kyai Tumenggung Mangundirdjo

2. Kyai Tumenggung Naladika

3. Raden Harya Naladika

4. Kyai Ngabehi Tumenggung Poesponegoro I, pada tahun 1617

5. Kyai Tumenggung Djoyonegoro (Djimat)

6. Kyai Puspodiwangsa pada tahun 1688

7 Akmal Boedianto (Pelaksana Tugas), 27 September 2010 – 27 September 2015

9. Dr. Ir. H. Sambari Halim Radianto, ST, M.Si, 2010-2015 dan 2016-2021

Ilir-ilir

Ilir-ilir ilir-ilir, tandure wus sumilir
tak ijo royo-royo, tak sengguh temanten anyar
cah angon cah angon, penekna blimbing kuwi
0lunyu-lunyu penekna, kanggo masuh dodotira
dodotira kumitir bedhah ing pinggir
domdomana jrumatana, kanggo seba mengko sore mumpung padhang rembulane, mumpung jembar kalangane ya surak asurak hiyo.

Lagu ilir-ilir ini diciptakan oleh Kanjeng Sunan Giri sebagai sarana untuk menaburkan kebajikan dan keutamaan di tanah Jawa. Tafsir tembang itu kurang lebih demikian. Ilir-ilir tanaman sudah bersemi tampak menghijau ibarat penganten baru. Wahai penggembala panjatlah blimbing itu meski licin panjatlah untuk mencuci kain, kain yang sedang robek pinggirnya, Jahitlah dan tamballah untuk menghadap nanti sore mumpung bulan terang dan lebar tempatnya. Mari bersorak bergembira. Masyarakat Gresik memiliki wibawa keutamaan yang bersinar terang.

Ditulis oleh Dr. Purwadi, M.Hum, Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara – LOKANTARA 24 Juni 2020
Jl. Kakap Raya 36 Minomartani Yogyakarta

Check Also

Sejarah Kraton Jenggala

  A. Leluhur Kraton Jenggala. Kerajaan Jenggala telah berhasil menata peradaban Jawa. Dalam kurun waktu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *