Jumat , September 30 2022
103 views
Kepala Desa Ngudirejo Lantarno.

Program PTSL Desa Ngudirejo Mulai Berjalan, Ini Harapan Kades

Jombang, HarianForum.com- Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL ) merupakan kegiatan pendaftaran tanah secara serentak bagi semua obyek pendaftaran tanah yang belum terdaftar di seluruh wilayah Republik Indonesia dalam satu wilayah desa/kelurahan.

Seperti halnya yang dilakukan di Desa  Ngudirejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang dilaksanakan Pengukuran Tanah Warga Program PTSL Tahun Anggaran 2022.

PTSL adalah proses pendaftaran tanah untuk pertama kali, yang dilakukan secara serentak dan meliputi semua obyek pendaftaran tanah yang belum didaftarkan di dalam suatu wilayah desa atau kelurahan atau nama lainnya yang setingkat dengan itu. Melalui program ini, pemerintah memberikan jaminan kepastian hukum atau hak atas tanah yang dimiliki masyarakat.

Turut hadir dalam giat tersebut, Kepala Desa beserta perangkat desa, Bhabinkamtibmas dan Babinsa, Ketua Pokmas beserta anggota, Masyarakat pemohon PTSL yang telah mendaftar.

Kepala Desa Ngudirejo Lantarno, Rabu (10/8) Menjelaskan, Program ini sudah disosialisasi kan sejak awal bulan April 2022 kemarin, dan mulai keliling desa dengan membuat sepanduk setelah musyawarah dengan RT, RW, tokoh masyarakat, BPD,  kemudian baru pembentukan panitia, setelah panitia terbentuk kita langsung berkoordinasi dengan pihak BPN.

Kemudian selang dua minggu kami mengundang masyarakat untuk menyampaikan bahwa di desa Ngudirejo ada program PTSL, untuk di Desa Ngudirejo mendapat jatah kuota 1500 dan sampai di bukanya pendaftaran PTSL pemohon yang datang mencapai 1800 pemohon, karna melebihi kuota kita berusaha minta tambah kuota di BPN.

“Adapun biaya Sertifikat gratis dan hanya di bebankan biaya sertifikat dan patok sebesar 150.000.(Seratus Lima Puluh Ribu Rupiah) dan Alhamdulillah di Ngudirejo tidak ada kendala karna kita sama – sama saling menyadari, Harapan kami tetap minta tambahan kuota Ngudirejo sekitar 500 dan banyak yang di kembalikan tapi kita catat nomer telepon nya karena melebihi kuota dari pada kita yang susah, sebab kita belum ada titik temu atau kepastian dari BPN dan dapat tambahan berapa kita tidak berani, jadi sebagian dikembalikan catatan nama namanya dan minta nomer telepon agar sewaktu waktu kita dapat tambahan kuota kita tinggal menghubungi, itu pun yang di luar kuota 1800,” jelasnya.

“Saya sangat puas dari hasil kerja keras panitia dan perangkat sangat memenuhi syarat sampai sekarang desa Ngudirejo siap dan paling pertama yang di ukur karena memenuhi kuota dan syarat untuk di lakukan pengukuran dari pihak ke tiga,” pungkas Lantarno.(lil)

Check Also

Resmikan Mushola Ar Rohmah, Bupati Jombang Serahkan Bantuan Pertanian

Jombang, HarianForum.com- Ditandai dengan penandatanganan prasasti serta pemotongan roncean melati, Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.