Selasa , November 29 2022
151 views
Ilustrasi Siswa Pacaran. (idt)

Polres Tulungagung Lakukan Assessment Kasus Siswa SD Hamili Siswi SMP

Tulungagung, HarianForum.com – Terkait dengan kasus siswa SD yang menghamili siswi SMP, Polres Tulungagung dan Unit Layanan Terpadu Perlindungan Sosial Anak Integratif (ULT PSAI) terus melakukan assessment terhadap kasus tersebut. Assessment ini diperlukan untuk memastikan apa keperluan anak, Rabu (23/5/18).

Sebab eksesment dari pernikahan dini ini bisa lebih buruk, seperti KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga), ada juga yang melahirkan banyak anak.

Menurut Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Tulungagung, Winny Isnaeni mengatakan bahwa memang dalam kondisi anak hamil, orang tua secara psikologi ingin ada pertanggung jawaban, namun terlebih dulu anak harus menjalani assessment untuk memetakan kebutuhannya.

Kasus pernikahan dini yang dialami oleh Koko dan Venus bukan pelanggaran undang-undang, melainkan hak anak. Venus (13) yang merupakan siswi kelas VIII SMP hamil karena berhubungan dengan kekasihnya, Koko (13) seorang siswa kelas V SD.

Kedua keluarga sepakat untuk menikahkan keduanya, namun Kantor Urusan Agama (KUA) menolaknya karena keduannya masih kecil. Kini pihak keluarga mengupayakan dispensasi pernikahan dari Pengadilan Agama. (Tri/Frm)

Check Also

Ditemukan Mayat Mengapung di Sungai Desa Mojokendil Kecamatan Ngronggot

Nganjuk, HarianForum.com- Dusun Sumbermulyo Desa Mojokendil Kecamatan Ngronggot, sekira Pukul 06.00 Wib di hebohkan dengan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.