Powered by free wordpress themes

Monday , September 20 2021
Home / Politik dan Pemerintahan / Pilkada 2020, Spanduk Bakal Calon Hiasi Seluruh Pelosok Tuban

Powered by free wordpress themes

Pilkada 2020, Spanduk Bakal Calon Hiasi Seluruh Pelosok Tuban

Tuban, HarianForum.com- Seperti di ketahui pilkada serentak yang akan dilaksanakan pada tahun 2020, telah memunculkan banyak bursa nama – nama Bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati ( Bacabup – bacawabup) Tuban mendatang.

Teka – teki belum jelasnya siapa yang akan memperoleh rekom partai Gerindra atau PDI P. Kini, baleho atau spanduk dukungan mulai bermunculan ramai di Kabupaten Tuban wilayah perpedesaan. Terbukti tiap lokasi strategis seperti pertigaan, perempatan, ujung jembatan bahkan para simpatisan memasang gambar yang tak mau tahu regulasi aturan tata tertib pemasangan. Baleho atau spanduk masih banyak terpasang di batang pohon disepanjang jalan. Kamis (28/11/2019).

Seperti jamur di musim hujan baleho berisikan gambar, visi – misi Bacalon Tuban. Dari tulisan ada dengan tegas menyatakan sebagai calon bupati, ada juga dengan percaya diri (PD) dan ragu – ragu menulis Bacalon. karena belum mendapat kepastian kendaraan partai dan ada yang kebingungan menuliskan keduanya, sebagai bakal calon bupati (Bacalon) sekaligus Calon Bupati.

Perang baleho masih menjadi alternatif bagi sebagian nama – nama terdaftar penjaringan kedua partai Gerindra dan PDI P seperti Setiajit, Sunarsip, Eko Wahyudi, Amir Burhanuddin, Warih Setiawan, Mas Maimun, Adi Widodo, Imam S. Banyak gambarnya terpampang di sepanjang jalan poros Kabupaten Kecamatan Singgahan – Senori untuk mengukur popularitas dan elektabitas dikalangan akar rumput di wilayah perdesaan.

Tentu, fenomena perang baleho antar Bawabup Tuban ini, mendapat ragam komentar dari warga masyarakat perdesaan.
“Banyaknya wajah – wajah membuat saya bingung. Berapa sih calon bupati Tuban,” kata Ansori warga Senori, Kamis (28/11/2019).

tak jarang keheranan masyarakat bawah (Grassroots) terpatri. Pesan apa yang ingin disampaikan maraknya pemasangan Baleho tersebut.

“Akan lebih mengena di masyarakat desa kalau mereka terjun ke desa – desa atau blusukan ke masyarakat seperti pak Jokowi,” ujar warga Singgahan, Najmudin.

Alih – alih baleho Bacabup yang bertebaran se antero Tuban sebagai media tolak – ukur popularitas dan elektabilitas di kalangan masyarakat Grassroots.

Fenomena itu mendapatkan tanggapan dari Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Kampus Unirow Tuban, Satya Irawatiningrum, S.sos.,M.I.Kom mengatakan justru media baliho kurang efektif saat ini. Karena hanya mesosialisasikan wajah (face) memperkenalkan diri pada masyarakat.

“Lebih efektif. mereka (Bacabup) mengadakan pertemuan – pertemuan di kalangan masyarakat perdesaan agar tahu bagaimana baiknya Tuban,” ujarnya.

Menurut, Ira baleho atau spanduk tidak sampai mengangkat popularitas apalagi elektabilitas personal Bacalon. Terlebih bagi nama – nama bacabup sebelumnya, tidak berkarya di Kabupaten Tuban. Perang baleho tidak akan efektif menawarkan visi – misi jika hanya kata – kata saja,” sambungya.

Alumnus UNS Surakarta ini, menambahkan pandangan komunikasi politik untuk menggugah pendidikan politik di tataran Grassroots daerah Tuban. Serta dapat mengangkat popularitas dan Elektabilitas nama bacalon. Salah satunya, saat ini dilakukan adalah Komunikasi interpersonal lebih mengena ke Masyarakat perdesaan, dapat di kemas ngopi bareng, turba ke pedesaan.

“Kalau barometernya popuralitas dan elektabilitas. media Baleho, Fadeback di kalangan masyarakat sangat kecil.” paparnya.

Berbeda jika komunikasi interpersonal terjalin seperti ngopi bareng, turba dibangun tentu meningkatkan popularitas Ndan elektabilitas nama bacabup di dapat. Akan tetapi Kendala lain, Kadang kancah politik daerah. Partai politik sebagai pengusung kadang melupakan pertimbangkan dari komunikasi yang sudah dibangun bacalon lewat tanggapan masyarakat.

“Tinggal itikad dari partai salah satu tujuannya memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Jika, komunikasi interpersonal dilakukan bacalon dan mendapat elektabilitas tinggi di akar rumput. masih adakah jaminan nama – nama tersebut mendapat rekom partai,” tutupnya.

Terpisah, Ketua KPU Tuban, Fathul Iksan mengatakan maraknya fenomena perang baleho antar Bacabup yang terpasang di wilayah Tuban, demi mencari popuralitas dan elektabilitas serta rekom partai. Hal itu, dinilai masih tahap wajar karena baleho yang terpasang saat ini, merupakan kewenangan pemkab melalui satpol PP apakah tata tertib prmasangan melanggar aturan perda atau tidak.

“Karena nama – nama didalam baleho belum sebagai calon bupati yang ditetapkan. Bearti penanganannya baleho tersebut konteknya masih ranahnya pemkab. Melalui penegakan Perda,” tandasnya.(tbn01)

Check Also

Pemkab Nganjuk Berkomitmen Membela Kelompok Masyarakat Lemah

Nganjuk HarianForum.com – Pergantian pucuk pimpinan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk , nampaknya akan merubah paradigma …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *