Sabtu , Desember 9 2023
202 views
Robangi, pemilik kopi Afdeling juga penggiat IKM dan UMKM.

Perlu Diterapkan Klasifikasi Dalam Pelatihan IKM Dan UMKM

Blitar, HarianForum.com- Gelombang penyakit virus dengan berbagai varian yang telah menebar lebih dari 1 tahun, tidak hanya mengancam gangguan terhadap kesehatan, tetapi tidak sedikit menjadi sebagai penyebab kematian. Langkah untuk mengendalikan meluasnnya penyebaran virus, pemerintah telah mengambil kebijakan dengan melakukan pembatasan mobilitas atau aktivitas masyarakat dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar hingga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.

Ibarat Bermain air basah, bermain api terbakar, memiliki arti setiap pekerjaan atau keputusan mempunyai dampak atau akibat.Kebijakan yang dibuat pemerintah, disisi lain bertujuan melindungi masyarakat terhadap penularan virus yang membahayakan, namun di sudut lainnya berdampak pada berbagai aktivitas terutama pada stabilitas ekonomi. Sektor usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM sangat merasakan dengan diberlakukannya kebijakan dengan pembatasan aktivitas masyarakat

Diterapkan pembatasan kegiatan masyarakat, tidak dipungkiri telah memicu penurunan omzet hingga berbuntut kerugian yang dialami pelaku usaha mikro kecil dan menengah. Sedangkan usaha mikro kecil menengah pada kondisi yang stagnan, juga sangat diharapkan menjadi mesin penggerak untuk memulihan ekonomi masyarakat.

Robangi bersama Ketua DPRD Kabupaten Blitar.

Menanggapi dengan adanya pelonggaran kegiatan masyarakat pada saat ini, salah satu penggiat industri kecil menengah dan usaha mikro kecil menengah Blitar, Robangi kepada Harian Forum.com menuturkan gerak dan geliat IKM maupun UMKM terutama di Blitar.

Dari pengamatannya, Robangi menyampaikan di Blitar baik kota maupun di kabupaten Blitar, tidak sedikit industri kecil menengah dalam kondisi hidup segan mati tak mau.Namun juga diakuinya tidak sedikit juga telah tumbuh usaha usaha kecil.

“Pandemi diakui memang membawa dampak yang tidak main main terutama pada ekonomi, terutama umkm dan ikm. Tetapi pada masa pandemi banyak bermunculan ikm ikm atau rintisan usaha baru. Dengan melihat banyaknya rintisan usaha yang tumbuh, menjadi bukti bahwa usaha mikro kecil justru malah mampu bertahan dan bahkan bisa dikatakan menjamur di mana mana, disaat usaha dengan modal besar banyak yang tidak mampu bertahan,” tutur penggiat IKM dan UMKM Blitar, yang juga aktif di divisi UMKM perkumpulan keluarga dan TKI purna atau PETAKINA Blitar.

Selain sebagai penggiat IKM dan UMKM, Robangi merupakan owner Afdeling Cofee, sangat mengharapkan kepada pemerintah kota maupun Kabupaten Blitar, dalam menggelar pelatihan nantinya dilakukan klasifikasi bagi para pelaku usaha dengan kriteria rintisan, pemula, berkembang dan maju. Menurutnya dengan klasifikasi usaha untuk pembekalan pelatihan, bisa tepat sasaran baik ketrampilan maupun dalam pemberian bantuan peralatan.

“Kami sebagai penggiat usaha mikro kecil menengah sangat berharap kepada pemerintah kota atau kabupaten, dalam menggelar pelatihan maupun pemberian bantuan peralatan menerapkan dengan klasifikasi rintisan, pemula, berkembang dan maju. Dengan penerapan klasifikasi, diharapkan dapat meningkatkan ketrampilan untuk produksi maupun manajerial yang efektif serta tepat sasaran. Sehingga dari pelatihan tersebut diperoleh hasil yang optimal,” jelas warga desa Jiwut, kecamatan Nglegok, kabupaten Blitar.(Ans)

Check Also

Bupati Marhaen Hadiri Acara Pembinaan Pemerintah Desa di Kecamatan Gondang

Gondang, HarianForum.com – Pada Rabu (13/9/2023) Pemerintah Kecamatan Gondang menggelar acara Pembinaan Pemerintah Desa dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *