Mojokerto – TH (24), seorang remaja asal Dusun Sepande, Desa Tambakagung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, menggegerkan warga setelah nekat menceburkan diri ke Sungai Brantas di area Rolak 9, Selasa (24/12/2024). Aksi ini diduga dipicu permasalahan asmara yang melibatkan kekasihnya.
Menurut Monic (49), tante korban yang ikut memantau pencarian, TH baru saja mengalami perpisahan dengan kekasihnya. “Iya, baru putus. Kalau nggak salah Jumat atau Sabtu. Pacarnya minta dilamar, kalau tidak akhir tahun ini atau tahun depan, dia mengancam akan menerima lamaran cowok lain,” ungkap Monic.
Ancaman ini rupanya membebani pikiran TH. Sebelum peristiwa tragis itu terjadi, TH sempat mampir ke sebuah warung kopi (warkop) di sekitar Rolak 9. Di sana, ia menitipkan sepeda motor Honda Beat hitam berpelat nomor S 3291 NAW kepada pengunjung warkop tanpa menunjukkan gelagat mencurigakan. Tak lama setelah itu, ia berjalan menuju tepi sungai dan menceburkan diri.
Warga sekitar tidak menyangka bahwa TH akan melakukan aksi nekat tersebut. Seorang saksi mata di warkop mengatakan bahwa TH terlihat tenang dan tidak menunjukkan tanda-tanda sedang dalam tekanan. Namun, tindakan tak terduga ini membuat suasana di lokasi berubah mencekam.
Kondisi arus Sungai Brantas yang deras membuat upaya penyelamatan menjadi sulit. Hingga kini, petugas gabungan yang melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, relawan, TNI/Polri, serta warga setempat terus melakukan pencarian dan penyisiran.
Upaya pencarian korban dilakukan dengan menggunakan perahu karet dan menyusuri tepian sungai di Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar. Namun, derasnya arus Sungai Brantas menjadi kendala besar. Tim penyelamat terus berusaha keras untuk menemukan keberadaan korban di tengah berbagai rintangan alam.
Kejadian ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat korban. Masalah asmara yang berujung pada keputusan nekat ini menjadi pengingat pentingnya dukungan emosional bagi mereka yang tengah mengalami tekanan batin.
“Semoga pencarian ini segera membuahkan hasil dan keluarga bisa mendapatkan kejelasan,” ujar Monic penuh harap.
Tragedi ini menjadi pengingat bahwa pentingnya perhatian dan komunikasi terhadap orang-orang terdekat dapat mencegah keputusan-keputusan fatal yang didasari oleh tekanan emosional.












