Powered by free wordpress themes

Tuesday , September 21 2021
Home / Politik dan Pemerintahan / Mulai Bergulir Bantuan Tunai Rp 2.400.000,- Bagi Pelaku UKM

Powered by free wordpress themes

Mulai Bergulir Bantuan Tunai Rp 2.400.000,- Bagi Pelaku UKM

Tulungagung, HarianForum.com- Bantuan berupa uang tunai sebesar Rp. 2.400.000, – terus digulirkan kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil (UKM) menengah sesuai dengan peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah No 6 tahun 2020 tentang penyaluran bantuan Pemerintah bagi pelaku usaha mikro sebagai dukungan terhadap pemulihan ekonomi nasional.

Dana bantuan yang bersumber dari anggaran pendapatan belanja negara atau APBN, digelontorkan Pemerintah kepada para pelaku usaha kecil menengah, dengan tujuan untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional pada saat ini mengalami penurunan akibat pandemi global Covid – 19. Upaya Pemerintah dengan adanya bantuan, para pelaku usaha akan memiliki pembiayaan modal kerja, sehingga bisa kembali menjalankan aktivitasnya.

Program Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, di daerah – daerah juga sudah disosialisasikan dengan baik oleh organisasi perangkat daerah yang terkait dengan Kementrian Koperasi dan UKM adanya program tersebut, baik secara langsung bertatap muka maupun melalui online. Namun masih banyak ditemui para pelaku usaha mikro kecil dan menengah yang tidak mengetahui adanya program bantuan dari Pemerintah Pusat.

Siti Jamilatul Naim pedagang pakaian, merupakan salah seorang pelaku usaha di Pasar Wage kabupaten Tulungagung yang mengaku tidak mengerti sama sekali tentang adanya program bantuan pemulihan ekonomi nasional. Dirinya sudah bertahun tahun menempati salah satu lapak di pasar yang berlokasi di pusat kota Tulungagung ini, mengaku selama 6 bulan akhir pendapatannya menurun drastis sampai 60% , dan sampai saat ini yang bisa dilakukan Jamila adalah hanya bertahan.

“Sampai sekarang sama sekali tidak pernah mengerti apalagi menerima bantuan dari program Pemerintah. Kalau untuk persoalan penurunan pendapatan mungkin semua hampir sama dengan pedagang pedagang yang lainnya, penurunan pendapatan 50 sampai 60%,” ungkapnya, Sabtu (15/08).

Bantuan program pemulihan ekonomi nasional, untuk kalangan pelaku usaha kecil menengah ternyata diberikan harus memenuhi syarat dan sesuai kriteria yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri. Didalam Pasal 5 Peraturan Menteri Koperasi dan usaha kecil dan menengah No 6 tahun 2020, disebutkan bahwa penerima bantuan pelaku usaha mikro harus memenuhi persyaratan selain Warga Negara Indonesia, tetapi pelaku usaha harus memiliki nomor induk kependudukan, bukan aparatur sipil negara, anggota TNI, anggota Polri maupun para pekerja pada BUMN.

Selain itu calon penerima bantuan sesuai Peraturan Menteri harus memiliki usaha mikro yang dibuktikan dengan usulan calon penerima bantuan pelaku usaha mikro dari pengusul bantuan pelaku usaha mikro beserta lampiran. Sedangkan kriteria usaha mikro telah diatur dalam Undang undang No. 20 tahun 2008 tentang UMKM, dan perihal tersebut banyak yang tidak dimengerti oleh sebagian besar para pelaku usaha kecil menengah yang juga ikut merasakan dampak pandemi covid – 19.

Ketidak pahaman para pelaku usaha kecil mikro tentang kriteria usaha mikro kecil menengah harus mendapat perhatian dari Pemerintah dengan memberi pemahaman secara jelas kriteria, syarat dan prosedur tentang usaha kecil menengah untuk memperoleh bantuan pemulihan ekonomi nasional sesuai peraturan menteri maupun undang – undang.

Banyaknya ketidak pahaman para pelaku usaha kecil menengah tentang kriteria – kriteria yang harus dipenuhi untuk bisa mendapat bantuan dari program pemulihan ekonomi nasional , dikhawatirkan menimbulkan presepsi yang tidak menguntungkan. Dan bahkan dapat menimbulkan penafsiran yang keliru terhadap kebijakan Pemerintah.

Lebih bijaknya Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, organisasi perangkat daerah yang berkaitan dengan Kementrian Koperasi UKM baik di Provinsi, Kota maupun Kabupaten turun langsung memberi pemahaman tentang prosedur bantuan untuk para pelaku usaha kecil menengah secara menyeluruh.

Selain Siti Jamilatul Naim, seorang pedagang sembako dan kebutuhan rumah tangga, Endriati juga mengaku tidak pernah mendengar atau mengetahui adanya program bantuan. Pedagang yang membuka kiosnya di Pasar Wage Tulungagung mengaku selama berjualan dirinya memakai modal sendiri tidak pernah mendapat bantuan dari Pemerintah kecuali pinjaman.

“Dari dulu usaha saya berdagang, dengan menggunakan modal sendiri juga dapat pinjaman modal dari bank. Tidak pernah sekalipun mendapat bantuan dari pemerintah dengan kondisi usaha dagang saya baik ada corona maupun nggak ada. Makanya ya nggak mengerti itu apa namanya bantuan,” tandasnya sambil melayani pembeli.

Cicilia Haryani, direktur ITO Dadack Foundation Indonesia atau IDF Indonesia, yang berkantor di Jakarta, menyampaikan pendapatnya sebagai jawaban atas pertanyaan HarianForum.com melalui aplikasi pesan tentang adanya program pemulihan ekonomi nasional untuk pelaku usaha kecil menengah dengan kriteria serta syarat – syarat yang ditentukan, Rabu (19/08).

Cicilia Hariyani memberi pandangan bahwa dilaksanakan bantuan untuk para pelaku usaha mikro melalui program pemulihan ekonomi nasional atau PEN merupakan salah satu bentuk konsekuensi pemerintah dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional, dampak adanya pandemi global covid – 19.

Namun Cicilia, menilai bahwa program bantuan saat ini masih kurang efektif. Karena pemberian bantuan dalam bentuk tunai hanya diperuntukkan khusus bagi para pelaku usaha mikro yang sudah terdaftar di UKM, menurutnya masih perlu adanya langkah yang lebih bijak lagi dari Pemerintah.

“Saya berfikir dampak dari pandemi covid ini semua masyarakat pelaku usaha merasakan dan mengalaminya. Program ini akan lebih efektif apabila semua usaha mikro baik yang terdaftar maupun yang tidak semua bisa mendapat bantuan,” tegas Cicilia Haryani.(Ans)

Check Also

Pemkab Nganjuk Berkomitmen Membela Kelompok Masyarakat Lemah

Nganjuk HarianForum.com – Pergantian pucuk pimpinan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk , nampaknya akan merubah paradigma …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *