Powered by free wordpress themes

Monday , September 20 2021
Home / Serba-serbi / 13 Bersaudara, Tidak Sekolah Tapi Prestasi Internasional

Powered by free wordpress themes

Cheriatna Dan Farida Bersama Sepuluh Orang Anaknya (Sumber Foto : Lpt-6)

13 Bersaudara, Tidak Sekolah Tapi Prestasi Internasional

HarianForum.com – Tidak hanya orang jaman dulu, ternyata masih ada orang tua di jaman sekarang yang masih menerapkan istilah “Banyak Anak Banyak Rejeki”, seperti keluarga Cheriatna.

Bersama istri tercinta, pria kelahiran tahun 1974 ini hidup bahagia bersama keluarga besarnya. Buah hati hasil pernikahan mereka bukan hanya lima atau enam, melainkan ada sepuluh.

Cheriatna merupakan anak pedagang bunga yang berlapak di wilayah Rawa Belong, Jakarta Barat. Ia menikahi Farida Ningsih yang usianya setahun lebih muda, pada awal tahun 1999.

Tak lama setelah menikah, Farida hamil dan sempat melahirkan di usia kandungan 7 bulan. Sayang, calon anak pertamanya meninggal dunia setelah menjalani persalinan prematur.

Memang sedih, namun kesedihan mereka tak ingin berkepanjangan. Beberapa bulan kemudian, Farida kembali mengandung dan melahirkan anak kedua pada tahun 2000. Anak perempuan tersebut diberi nama Farhah Chefa Qonita.

Dua tahun kemudian, Farida kembali hamil dan melahirkan anak ketiganya. Ia memberi nama Rabitha Chefa Karima. Selanjutnya, Farida mengaku kembali hamil, hingga akhirnya memiliki 13 anak.

Namun, karena anak pertamanya meninggal dan dia juga pernah mengalami keguguran sebanyak dua kali. Kini, pasangan suami istri ini hidup dengan sepuluh orang anak.

Uniknya, semua anak tidak ada yang bersekolah reguler. Mereka dididik dalam keluarga untuk menjadi mandiri seperti sang ayah. Dalam membesarkan anak-anaknya, pasangan ini memilih untuk tidak menyekolahkan anak-anaknya di sekolah reguler.

Cheriatna dan Farida lebih memilih memberikan pendidikan nonformal seperti kelompok belajar dan pendidikan anak usia dini (PAUD) bagi anak-anaknya yang masih balita.

“Kalau sekolah itu kan waktunya terlalu lama, sedangkan kalau kami lebih memilih kelompok belajar. Selain itu, kami juga mendidik anak dalam ruang lingkup keluarga.” Ucap Farida.

Meski anak-anaknya tidak bersekolah, mereka tetap berprestasi. Salah satunya adalah Chefa yang pada awal Oktober lalu menjadi juara pertama kejuaraan judo tingkat internasional. Selain Chefa, anak ketiga mereka juga berprestasi di bidang musik dan menjadi pemain angklung kepresidenan.

“Artinya, walaupun dididik sendiri, tidak kalah dengan pendidikan formal.” Ucap Cheriatna.

Sang istri menekankan, mereka juga mengajarkan anak-anaknya mandiri sejak usia dini. Bagi mereka, pendidikan keluarga merupakan hal terpenting. (Lpt-6/Frm)

Check Also

Bhakti Bhayangkara Untuk Negeri, Polres Nganjuk Kembali Gelar Vaksinasi Guna Wujudkan Herd Immunity 

Nganjuk, HarianForum.com– Dalam Rangka Bhakti Bhayangkara Untuk Negeri, Polres Nganjuk kembali lakukan giat vaksinasi covid-19, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *