Powered by free wordpress themes

Monday , November 30 2020
Home / Politik dan Pemerintahan / Mengukur Kemampuan Calon Dari Kualitas Berdebat Di Hadapan Publik

Powered by free wordpress themes

Mengukur Kemampuan Calon Dari Kualitas Berdebat Di Hadapan Publik

Blitar, HarianForum.com- Dikutip dari tulisan Boyke Ledy Watra, jurnalis Antara News, (21/10), anggota dewan pembina perkumpulan untuk pemilu dan demokrasi atau Perludem, Titi Anggraini mengingatkan agar debat publik pada kampanye pemilihan kepala daerah serentak tahun 2020 jangan hanya sekadar untuk menggugurkan kewajiban.

Titi Anggraini, mengatakan pilkada kali ini memiliki tantangan yang cukup berat karena digelar dalam kondisi pandemi Covid -19. Kepada Antara News, Titi Anggraini juga menyampaikan bahwa desain debat publik terbuka antar pasangan calon, harus dibuat mampu mengolaborasi gagasan, program, dan kapasitas calon secara maksimal.

Debat publik putaran ke 2 pemilihan bupati dan wakil bupati Blitar tahun 2020, tetap melaksanakan dengan mengedepankan protokol kesehatan. Debat yang digelar Senin (16/11) di Grand Mansion II selain disiarkan langsung oleh televisi lokal, radio juga pada live streaming di youtube chanel KPU Kabupaten Blitar.

Persoalan pandemi Covid – 19 serta penanganannya tidak bisa ditinggalkan , pada debat publik permasalahan covid – 19 menjadi pertanyaan yang disampaikan dan harus dijawab oleh para pasangan calon.

Rizqiana Putri sebagai moderator, memaparkan tentang hikmah di balik pandemi covid 19, adanya gaya hidup bersih dan sehat, yang mulai diakrabi oleh masyarakat, yang diperlukan untuk menekan penyakit menular dan tidak menular pada saat ini, dan menjadi penyebab kematian di Indonesia, termasuk di kabupaten Blitar. Moderator debat publik ke 2 pemilihan bupati dan wakil bupati kabupaten Blitar, melanjutkan dengan menyampaikan pertanyaan kepada para pasangan calon tentang strategi untuk dapat melakukan sinergitas gaya hidup sehat di masa pandemi dengan gerakan masyarakat sehat atau germas yang digagas oleh kementerian kesehatan.

Di segmen ke 3 pasangan calon nomor urut 2, dipersilahkan moderator untuk menyampaikan jawaban dengan waktu 1 menit 40 detik. Mendapat kesempatan untuk menjawab pertanyaan dari moderator, Rini Syarifah mengemukakan bahwa pandemi covid 19 menjadi tantangan besar, maka dibutuhkan pemerintahan yang dapat berinovasi untuk menyiapkan strategi pengendalian covid 19 dengan cepat. Disampaikan Rini Syarifah, jika pandemi tidak diselesaikan dengan cepat maka berbagai program pemerintah untuk masyarakat tidak akan berjalan dengan maksimal. Dengan adanya kondisi pandemi tersebut, Rini Syarifah yang populer dengan Mak Rini bertekad untuk bisa melakukan pengendalian covid – 19 dalam jangka waktu 3 bulan.

“Ada beberapa langkah kami yang cukup strategis, yang pertama manajerial tim pengendali, komunikasi dan kolaborasi untuk sektoral perlu dioptimalkan, dengan mengesampingkan ego sektoral dimasing masing lini, sehingga langkah kebijakan terfokuskan dalam percepatan pemulihan keadaan di era pandemi covid – 19. Kedua laboratorium tepat guna guna pengoptimalan alat deteksi yang dapat mengklasifikasi detail terhadap bagian dari level covid -19. Selanjutnya hasil dari laboratorium akan menjadi database yang diupdate secara berkala, sehingga dapat menentukan tindakan medis yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang terdampak. Ketiga penyediaan ruang karantina yang memiliki ruang sesuai klasifikasi tingkatan virus,” jelasnya.

Mempunyai waktu 1 menit, moderator mempersilahkan kepada pasangan calon nomor urut 1 untuk menyampaikan pendapatnya sebagai jawaban atas pertanyaan tentang sinergitas gaya hidup sehat di masa pandemi dengan gerakan masyarakat sehat. Calon bupati Blitar, Drs.H.Rijanto mempunyai pendapat yang berbeda dengan apa yang disampaikan oleh calon bupati nomor urut 2. Menurut prespektifnya, dalam penanganan pandemi covid – 19 tegak lurus dengan pemerintahan pusat, propinsi maupun daerah, melalui penanganan gugus tugas covid – 19.

“Disini kami sebagai ketua gugus tugas, pertama melakukan sosialisasi penegakan, disiplin penerapan protokol kesehatan, baik memakai masker, jaga jarak, dan sering mencuci tangan dan tentunya melibatkan stakeholder dan semua elemen masyarakat. Kedua melakukan tracing, testing dan treatment, secara terus menerus, cepat dan tepat. Ketiga menambah fasilitas alat kesehatan, pelayanan kesehatan dan ini sudah kami lakukan. Ambulan semua puskesmas ada, kita membangun rumah sakit di Srengat dan 2 rumah sakit kita lengkapi dengan PCR,” tegas Rijanto menjawab pertanyaan moderator tentang persoalan Covid 19.

Debat publik, bukanlah media berselisih atau tempat saling menjatuhkan satu pihak dengan pihak lainnya. Debat merupakan bentuk komunikasi dengan beradu argumen untuk penyampaian ide yang bisa diterima dengan logika disertai dukungan bukti dari pasangan calon yang berdebat.

Debat publik digelar untuk memberi kesempatan bagi kedua pasangan calon, agar dapat mengungkapkan kepada audiens dengan beberapa argumen yang membantah atau juga menunjang suatu usulan. Sedangkan hasil debat nantinya bisa menjadi salah satu argumen bagi para pendengar atau audien untuk mengambil sebuah keputusan.(Ans).

Check Also

Rencana Pembangunan Ma’had MTs Negeri Langkapan, Ditolak Pondok Pesantren

Blitar, HarianForum.com- Pengasuh pondok pesantren Al Hikmah Langkapan, sangat menyayangkan adanya keinginan pendirian ma’ had …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *