Powered by free wordpress themes

Monday , September 27 2021
Home / Peristiwa / Mengantisipasi Virus Corona Dari Gubuk Mbah Suwari

Powered by free wordpress themes

Mengantisipasi Virus Corona Dari Gubuk Mbah Suwari

Blitar, HarianForum.com- “Alasiku migunani, nanging eman dening rakyat kito, carane podo nglerwaake” syair pada baris pertama guru wilangan tembang macapat yang disenandungkan oleh mbah Suwari, seorang warga dusun Kedung Biru. Sebuah pesan dalam syair tembang macapat Dandanggulo menyampaikan tutur bahwa hutan itu sangat bermanfaat namun pada saat itu kesadaran untuk menanam sangat minim.
Mbah Suwarni mengaku memang menyukai tanaman dan menanam. Jenis pohon yang ditanam pada awalnya merupakan jenis pohon hutan atau pohon yang menghasilkan kayu. Di gubuk yang berada di tengah tanaman, mantan kepala dusun Kedung Biru mengawali cerita perjalanannya menyukai tanaman dan menanam.
Dari kegagalan orang tuanya membuat bibit pohon, di bulan 11 tahun 1980 mbah Suwari melakukan perjalanan ke Dukuh Lor, desa Musuk, kecamatan Mojosongo, kabupaten Boyolali. Dari ladang orang yang tidak dikenal, mbah Suwarni merasa senang karena permintaan untuk menebang pohon untuk mencari bibit pohon diijinkan.

“Mulai saat itu saya demen pada tanaman dan mulai menanam sengon. Pada tahun 1980 masa pemerintahan Soeharto, telah dicanangkan gerakan penanaman akasia. Saya pada tahun 1984 untuk lomba penghijauan swadaya mendapat juara I. Begitu juga pada perlombaan tingkat DAS Brantas Malang juga mendapat juara I. Untuk tingkat propinsi di era gubernurnya pak Wahono saya mendapat juara harapan I,” ujarnya.

Setelah mendapat beberapa juara pada perlombaan penanaman dan menggerakkan penyelamatan lingkungan, mulailah mbah Suwarni tergerak dan berinisiatif untuk menanam semua tanaman pohon kayu dan tanaman lainnya.

Sekarang tidak heran di sekitar gubuknya yang terletak di dusun Kedung Biru nampak menghijau karena telah dipenuhi tanaman yang sebagian besar merupakan tanaman herbal dan empon empon.

Tanaman empon-empon yang ditanam dan dibudidayakan mbah Suwari, sebenarnya tanaman yang mempunyai kandungan yang berguna untuk tubuh manusia.Empon empon dapat meningkatkan sistem imunitas tubuh. Apabila seseorang memiliki sistem imunitas atau kekebalan tubuh yang tinggi, maka orang tersebut tidak akan mudah terjangkit oleh virus termasuk COVID-19 atau virus corona. “Segala jenis atau hampir semua tanaman empon empon saya menanam dengan jenis lokal. Tapi untuk saat ini orang lebih banyak membutuhkan tanaman herbal seperti keci beling, keci batu, dan kumis kucing,” terang mbah Suwari ditemui di gubuk miliknya yang digunakan untuk aktivitasnya dalam pembibitan tanaman.

Mbah Suwari merupakan salah satu anak bangsa yang tetap konsisten dengan dunianya yaitu menjaga kelestarian alam hayati. Penghormatan, pujian atau pencitraan tidak dibutuhkan, yang dibutuhkan adalah kesadaran generasi penerusnya untuk lebih banyak mengerti manfaat tanaman maupun pohon agar terjadi keseimbangan ekosistem yang mampu membangun keharmonisan lingkungan. “Racake durung weruh kagunane alas merejani dahat ageng migunani,” mbah Suwari kembali melantunkan syair tembangnya.(Ans)

Check Also

Pria Asal Pasuruan Ini Ditemukan Tergeletak Bersimbah Darah, Begini Kronologinya

Nganjuk, HarianForum.com- Warga Desa Gentong Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pasuruan MH (19) ditemukan tergeletak bersimbah darah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *