Powered by free wordpress themes

Monday , September 20 2021
Home / Pendidikan / Luar Biasa, Guru TK ini Ciptakan Alat Peraga Ilmiah Edukasi Dari Sampah

Powered by free wordpress themes

Siti Sriutami S,pd, Guru TK terbaik Tingkat Kabupaten Tuban 2018.

Luar Biasa, Guru TK ini Ciptakan Alat Peraga Ilmiah Edukasi Dari Sampah

Tuban, HarianForum.com- Kreatif dan inovatif, itulah yang dilakukan Seorang guru TK (Taman kanak-kanak) Al-Hidayah, Sembungrejo Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban ini, ditengah seabreg kesibukan rutin sebagai pendidik dan kegiatan sosial lainya, waktu yang terluang beliau manfaatkan untuk menuangkan ide-ide cerdas yang original.

Bergelut didunia pendidikan anak usia dini membuatnya terpacu untuk menciptakan metode pembelajaran yang memicu animo peserta didik melewati fase tumbuh kembang kepribadian dan daya nalar otak.

Dialah Siti Sriutami Spd, ibu tiga anak ini berhasil menciptakan alat peraga pendidikan dengan karakter pewayangan yang semua dibuat dari karton bekas dan materi sampah lainya, saat disambangi dikediamanya pada Rabu (27/02/2019) dengan gamblang dijelaskan bahwa semua ini dilakukan semata – mata untuk lebih mendekatkan peserta didik kepada wayang yang mulai luntur.

“Anak-anak tidak boleh kehilangan jatidiri sebagai manusia yang berbudaya, dan wayang ini salah satu warisan leluhur, kita coba dengan ini,” ujarnya.

Beberapa hal yang menjadi pertimbangan beliau membuat penelitian ilmiah hingga terciptanya metode peraga Kartun Babe berkarakter wayang tersebut ialah rendahnya kemampuan berbahasa peserta didik yang dibawah standart dalam berinteraksi.

“Ada perkembangan signifikan,anak-anak lebih percaya diri dalam bercakap, yang biasanya malu sekarang lebih aktif,” ujarnya.

Lebih lanjut Guru TK terbaik sekabupaten Tuban tahun 2018,dan kini dalam proses promosi untuk mengikuti guru berprestasi ke jenjang propinsi jawa timur ditahun 2019 itu berharap ,karya yang sederhana ini akan diadopsi oleh pendidik yang lain guna lebih bermanfaat secara umum.

“Patut disadari diera sekarang kita sedang dihadapkan dengan gempuran tehnologi yang sangat pesat, dan tidak semua produknya bermanfaat untuk anak, jadi kita harus berpacu untuk mengimbangi dengan kearifan lokal,semoga membawa manfaat,” tutup jebolan jurusan konseling universitas kanjuruhan malang tersebut.(tbn01)

Check Also

Sebanyak 904 Mahasiswa STKIP PGRI Jombang Diwisuda, Begini Kata Bupati

Jombang, HarianForum.com- Sebanyak 904 Mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Jombang diwisuda. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *