Powered by free wordpress themes

Sunday , March 7 2021
Home / Serba-serbi / Liburan Nataru, Kampung Coklat Gunakan Aplikasi Pengendali Pengunjung

Powered by free wordpress themes

Aplikasi pengendali jumlah pengunjung.

Liburan Nataru, Kampung Coklat Gunakan Aplikasi Pengendali Pengunjung

Blitar, HarianForum.com- Dukungan pariwisata harus tetap hidup di tengah badai pandemi covid – 19, disikapi bijaksana oleh pemerintah daerah kabupaten Blitar. Kebijakan pemerintah tersebut dengan diperkenankannya destinasi wisata yang berada di wilayah kabupaten Blitar menerima pengunjung atau wisatawan pada liburan Natal dan Tahun Baru 2021. Namun kebijakan tersebut dalam pelaksanaannya harus dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan covid – 19 yang lebih ketat oleh pengelola wisata, selain keharusan memakai masker, mencuci tangan saat masuk lokasi wisata maupun keluar juga menjaga jarak.

Kampung Coklat, salah satu destinasi wisata unggulan di kabupaten Blitar, telah mempersiapkan untuk menghadapi lonjakan pengunjung wisata yang diperkirakan pada akhir dan awal tahun. Tidak hanya pelaksanaan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Pengelola destinasi wisata yang berlokasi di desa Plosorejo, kecamatan Kademangan, kabupaten Blitar juga konsisten memantau dan mengendalikan jumlah pengunjung sesuai dengan kapasitas yang ada.

Animatul, satgas covid – 19 Kampung Coklat.

“Selain menempatkan 19 personil satuan tugas covid – 19 yang bertugas memantau pengunjung dan mengendalikan pemakaian masker serta menjaga jarak. Kami juga telah memanfaatkan tehnologi informasi dengan memasang aplikasi pengendali pengunjung. Aplikasi tersebut akan bekerja secara detail, melaporkan jumlah pengunjung yang masuk dan keluar serta menghitung prosentase kapasitas yang ideal.Kalau memang terjadi batas maksimal bagi pengunjung, petugas kami akan memberitahukan kendaraan yang hendak memarkir, bahwa area wisata tidak bisa menerima pengunjung. Hal tersebut dilakukan agar tidak terjadi kerumunan di area luar depan lokasi wisata. Sedangkan untuk mengetahui aktivitas baik yang ada di dalam maupun di luar, pihak kami telah memasang 60 kamera pemantau atau cctv,” terang Head Office Kampung Coklat, Edi Purwanto kepada HarianForum.com (26/12).

Animatul salah seorang personil satuan tugas covid – 19 Kampung Coklat, dikonfirmasi HarianForum.com saat bertugas mengawasi pengunjung mengungkapkan bahwa tingkat kesadaran pengunjung atau wisatawan cukup tinggi. Pemahaman pentingnya kesehatan dan ingin merasa nyaman dan aman, menurutnya menjadi faktor penting mendukung pelaksanaan protokol kesehatan.

Indah, pengunjung destinasi wisata Kampung Coklat.

“Sampai saat ini, kita terus memantau penggunaan masker, jaga jarak dan jumlah kursi. Untuk pengunjung terutama tentang pemakaian masker, apabila diingatkan bisa menerima.Dan mungkin kesalahan tersebut hanya lupa bukan disengaja untuk melanggar,” ungkapnya.

Meski mengalami penurunan jumlah pengunjung, wisata edukasi Kampung Coklat masih menjadi pilihan nyaman para wisatawan baik lokal maupun dari luar kota. Salah satu pengunjung yang berasal dari kota Blitar, menuturkan merasa nyaman menikmati suasana wisata, meskipun telah diberlakukan protokol kesehatan dengan ketat. Bahkan wanita cantik yang mengaku bernama Indah, sangat mendukung apabila diterapkan prosedur standar kesehatan pengedalian covid – 19 di tempat tempat wisata.

“Adanya pandemi, banyak orang hanya dirumah saja dan tidak bisa kemana. Alhamdulillah sekarang sudah new normal, meski tetap diberlakukan protokol kesehatan. Jadi kami bisa kumpul kumpul lagi bersama keluarga di luar, namun tetap menjaga protokol kesehatan,” tuturnya.

Kholid Mustofa didampingi Head Office Edi Purwanto menemui HarianForum.com.

Dampak pandemi, dirasakan pelaku semua sektor wirausaha, tidak terkecuali Kholid Mustofa, pengusaha destinasi wisata Kampung Coklat. Keputusan pemerintah kabupaten Blitar yang telah mengijinkan tetap dibukanya usaha wisata, merupakan kebijakan yang tepat.

Namun Kholid menyampaikan pesannya, bahwa usaha pariwisata saat ini berbeda dengan kondisi sebelum adanya pandemi. Saat ini usaha wisata yang dikelolanya tidak mencari pengunjung sebanyak banyaknya. Namun kebijakan tersebut harus disikapi dengan tidak meninggalkan misi pemerintah bahwa perputaran ekonomi di masyarakat harus tetap berjalan, dan setiap orang yang menjadi bagian di Kampung Coklat harus tetap mampu memenuhi kebutuhan untuk hidup sehari hari.

“Kita harus tetap pandai mengelola, bahwa pengunjung harus mendapatkan pelayanan maksimal, terlayani kesehatannya juga bisa menikmati fasilitas. Tetapi saat ini kita tidak mengejar kuantitas atau jumlah pengunjung. Justru yang harus kita hadapi nantinya, pengunjung yang datang pada tanggal 1, 2, 3. Dari pengalaman, perkiraan kami untuk puncaknya akan terjadi pada tanggal 3, karena bertepatan hari Minggu. Kita harus memantau dengan serius, bagaimanapun kita tidak mau pengunjung merasa kecewa, sampai tiba dilokasi tidak bisa masuk karena pengunjung melebihi kapasitas. Maka kita akan mengatur ritme, membuka kapasitas kita yang sesuai dengan kemampuan pelayanan.Kami sangat berharap kepada masyarakat atau pengunjung bisa memaklumi dengan kondisi yang ada, karena tidak bisa masuk,” pesan Kholid Mustofa, pemilik destinasi edukasi Kampung Coklat Blitar (Ans).

Check Also

Praktik Dukun Tidak Sama, Jangan Digebyah Uyah

Blitar, HarianForum.com- Kabar dideklarasikan Persatuan Dukun Nusantara di kabupaten Banyuwangi, saat ini menjadi salah satu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *