Berita

Lebaran 2026 Tetap Dilakukan Pengamanan, Meski Tidak Ada Tiket Masuk Pantai Serang Blitar

44
×

Lebaran 2026 Tetap Dilakukan Pengamanan, Meski Tidak Ada Tiket Masuk Pantai Serang Blitar

Sebarkan artikel ini

Blitar, HarianForum.com – Heran bercampur senang dirasakan Saiful Anwar, pasalnya pada Rabu (25/3) saat mengunjungi kawasan wisata pantai Serang Kabupaten Blitar, tidak dikenakan tiket masuk.Datang dari kabupaten Madiun mengaku berkunjung ke kawasan wisata pantai Serang, memanfaatkan liburan lebaran bersama keluarga dan saudaranya dengan menggunakan dua kendaraan minibus, setelah ngelencer merayakan tradisi beranjangsana ke kerabatnya di Sutojayan.Saiful mengungkapkan, bahwasanya dirinya dan keluarganya mengakui pertama kalinya berwisata ke pantai Serang, namun begitu Saiful Anwar merasa heran di kawasan wisata yang memiliki pemandangan laut yang eksotis serta fasilitas yang memadai, akan tetapi tidak ada biaya masuk.

” saya mengetahui pantai Serang dari medsos, tetapi kalau datang kesini baru pertama kalinya, itu karena diajak saudara saya katanya mumpung lebaran di Blitar.Tempatnya bagus, terus fasilitasnya juga begitu bagus dan kuliner disini harganya biasa saja atau bisa dikatakan terjangkau.Tapi yang membuat saya heran pada waktu lebaran seperti sekarang ini, tempat wisata disini menggratiskan biaya masuk, seharusnya pada lebaran kan panen, nah ini malah gratis.Tapi saya senang kalau gratis begini, karena tadi kesini yang dewasa saja 12 orang, kalau bayar itu sudah berapa ” ujar Saiful Anwar tertawa.

Saiful Anwar, salah satu diantara ribuan wisatawan pantai Serang yang merasakan gratis atau tanpa tiket masuk saat berkunjung di kawasan wisata alam laut yang berada di wilayah desa Serang, kecamatan Panggungrejo, kabupaten Blitar.Tidak dipungutnya biaya masuk bukan karena bonus gratis momen lebaran yang diterapkan oleh pengelola wisata, namun perpanjangan kontrak antara pengelola wisata BUMDes dengan Perhutani belum bisa diperpanjang, setelah adanya aksi yang mempersoalkan pengelolaan kawasan wisata, menjadi pemicu tidak diberlakukannya tiket masuk ke kawasan wisata.

Selalu menjadi momen panen pengunjung bagi destinasi wisata di daerah – daerah yang mana lonjakan drastis biasa dimulai pada hari kedua hari raya Idul Fitri hingga diujung habisnya masa libur.Tingkat kunjungan wisatawan mempunyai dampak langsung dengan perolehan dari tiket masuk yang berpengaruh dengan pendapatan.Pemasukan tiket desa wisata pada umumnya dikelola BUMDes setempat atau kelompok sadar wisata ( Pokdarwis ) dan selanjutnya dari pendapatan tersebut digunakan untuk pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur pendukung kawasan wisata, sebagian pendapatan juga masuk ke pendapatan ssli desa ( PADes ), melestarikan alam maupum kearifan lokal.Tidak hanya itu, perolehan dari tiket masuk juga digunakan untuk biaya operasional, pemberdayaan ekonomi warga serta branding atau promosi untuk menarik kunjungan berkelanjutan.

Akan tetapi kesebalikannya dengan kawasan wisata pantai Serang pada liburan hari raya Idul Fitri saat ini tidak ada pemasukan yang diperoleh dari tiket masuk.Perlunya mendapat kebijakan kembali, bahwa kawasan wisata tanpa ada pemasukan berdampak tata kelola kawasan tidak hanya berhentinya perawatan atau pembangunan fasilitas wisata, namun juga rendahnya tingkat keamanan karena tidak ada tenaga pengawasan yang berpengaruh pada kenyamanan hingga kedepannya berpotensi membuat wisatawan enggan berkunjung kembali.

Dihubungi melalui pesan singkat, Handoko Prawiro kepala desa Serang mengakui pada lebaran tahun ini tidak ada tiket masuk di kawasan wisata pantai Serang.Namun Handoko menandaskan untuk liburan lebaran sekarang ini penjagaan pantai Serang tetap dilakukan.

” untuk jumlah pengunjung pada liburan Idul Fitri sekarang, kami tidak bisa menghitung karena tidak ada tiket masuk di pantai Serang.Meskipun tidak ada tiket masuk, tetapi manajemen BUMDes bersama anggota Polsek, anggota Koramil Panggungrejo, pos keamanan laut terpadu atau Poskamladu, tenaga medis dari Puskesmas dan personil dari kecamatan Panggungrejo juga tetap siap siaga untuk menjaga keamanan dan memberikan kenyamanan bagi pengunjung wisata.” tandas Handoko Prawiro kepada Harian Forum.com dalam pesan singkat (Ans).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *