Powered by free wordpress themes

Monday , November 30 2020
Home / Pertanian / Kades Pojok, Mendorong Petani Tidak Lagi Tergantung Pupuk Mineral

Powered by free wordpress themes

Kades Pojok, Mendorong Petani Tidak Lagi Tergantung Pupuk Mineral

Blitar, HarianForum.com- Salah satu desa di kabupaten Blitar memiliki banyak sumber daya manusia yang potensial di bidang pertanian, tidak hanya mampu mengembangkan hasil inovasi bibit tanaman pangan maupun holtikultura dengan berbagai varietas unggul, namun juga penerapan tehnologi pertanian secara tepat serta manajemen produksi pertanian baik pra sampai pasca panen.

Mengembangkan pemberdayaan sumber daya manusia, serta mengelola sumber daya alam secara bijaksana dengan penerapan teknologi pertanian, merupakan salah satu prioritas program desa yang mempunyai orientasi sebagai kekuatan pendukung untuk peningkatan ekonomi masyarakat.

Budidaya tanaman pangan maupun holtikultura secara optimal oleh pemerintah desa bersama para pelaku pertanian dan dilakukan secara konsisten, merupakan bagian strategi pengembangan dengan harapan dapat meningkatkan kekuatan ekonomi tidak hanya diperuntukkan bagi petani namun dapat dirasakan kemanfaatannya oleh semua masyarakat desa.

Tarwiyah, S.Pd, dalam mengemban amanah sebagai kepala pemerintahan desa, menegaskan bahwa keputusannya meningkatkan pertanian di desanya sebagai sarana terciptanya kesejahteraan masyarakat, diharapkan secepatnya terwujud, meskipun menemui banyak tantangan. Selain konsisten dalam budidaya tanaman pangan secara optimal, kepala pemerintahan desa ini secara terus menerus mendorong masyarakat untuk berbudidaya tanaman holtikultura, terlebih dalam pembudidayaan menekankan dengan perlakuan tanaman sehat, tidak tergantung dengan pupuk buatan atau pupuk mineral.

“Sejak dari awal anggaran diprioritaskan salah satunya untuk Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani), bahkan untuk tahun depan apabila perihal tersebut memang bermanfaat, akan kita naikan lagi. Dan gapoktan akan benar benar bisa menjadi wahana pemberi informasi maupun pendidikan kepada petani, hingga sampai adanya kesadaran terhadap petani, tentang manfaat penggunaan pupuk organik,” tegas Tarwiyah, SPd kepala desa Pojok, kecamatan Garum, kabupaten Blitar menuturkan kepada Harian Forum.com.

Kepala desa Pojok juga mengakui, telah mendukung dengan penerapan budidaya tanaman menggunakan prosedur tanaman sehat yang menjalankan prosedur dan menggunakan bahan bahan alami. Kepala desa Pojok kembali menjelaskan, bahwa dukungan pemerintah desa selain petani tidak lagi tergantung terhadap persoalan sulitnya pupuk buatan juga para petani bisa memanfaatkan kearifan lokal untuk dijadikan pupuk.

“Kalau kita mau kembali lagi ke alam, pengurangan pupuk bersubsidi sebenarnya tidak lagi menjadi masalah bagi petani di desa kami. Kita akan terus mengembangkan pupuk organik yang bisa dibuat sendiri oleh para petani. Bukti tersebut sudah diterapkan oleh gapoktan, selain hasil tanamannya bagus dan harga jual juga tidak kalah di pasar. Dan dari terapan tersebut akan terus dikembangkan baik pemupukan maupun untuk pengendalian hama penyakit dengan bahan bahan yang ada di sekitar. Untuk itu kami berharap kepada pemerintah, mengadakan pembinaan untuk petani, tentang pembuatan pupuk organik,” pungkas Tarwiyah.

Salah satu petani desa Pojok yang tergabung di Gapoktan, Choirul Umam mengungkapkan bahwa budidaya tanaman dengan prosedur operasi standar tanaman sehat benar sudah diterapkan petani di desa yang berbatasan dengan kota Blitar. Untuk pemupukan, diakui Umam masih menggunakan pupuk sintetis walaupun tidak sepenuhnya, namun pada pengendalian hama maupun penyakit pada tanaman, sebagian besar petani telah mengandalkan bahan bahan alami tanpa menggunakan racun sintetis.

“Pemikiran saya secara pribadi adanya pembatasan subsidi pupuk, sebenarnya ke depannya lebih menguntungkan. Apabila isa penerapannya bisa lebih cepat akan tercipta pertanian yang ramah lingkungan, yang bisa go organik. Potensi potensi yang ada di sini sebenarnya bisa mencukupi kebutuhan pertanian. Apalagi banyak limbah dari sawah baik jerami padi maupun jagung, yang bisa dimanfaatkan untuk pupuk,” ungkapnya, menyampaikan pendapatnya tentang pengambilan kemanfaatan dari pembatasan subsidi pupuk buatan.(Ans)

Check Also

Dampak Pandemi Covid-19, Mulai Mengusik Petani Sayuran

Blitar, Harian Forum.com- Choirul Umam salah seorang petani sayur di Blitar mengakui bahwasanya seminggu sebelumnya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *