Powered by free wordpress themes

Thursday , October 21 2021
Home / Peristiwa / Jerit Tangis Orang Tua Iringi Penangkapan 11 Remaja Pelaku Pengeroyokan di Jombang

Powered by free wordpress themes

Sejumlah Orang Tua Pelaku Pengeroyokan di Jombang Menangis Saat Anaknya Ditangkap Polsek Kesamben (i-ns)

Jerit Tangis Orang Tua Iringi Penangkapan 11 Remaja Pelaku Pengeroyokan di Jombang

Jombang, HarianForum.com – Penangkapan 11 remaja pelaku pengeroyokan di Kabupaten Jombang, Jumat (13/7/2018) diiringi jerit tangis para orang tua.

Usai ditangkap dari rumah masing-masing, 11 remaja asal Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, itu langsung dinaikkan ke truk polisi. Namun, saat proses evakuasi, puluhan orang tua mereka langsung syok dan menangis histeris karena anak mereka masih berstatus sebagai pelajar.

Bahkan, salah seorang di antaranya nyaris pingsan, mereka tak menyangka putra-putranya akan dijebloskan ke dalam penjara.

Terkait hal tersebut, Kapolsek Kesamben AKP Mohamad Amin menjelaskan, 11 orang remaja itu ditangkap polisi karena telah melakukan pengeroyokan terhadap empat warga Desa Pojok, Kecamatan Kesamben. Akibat perbuatan mereka, dua dari empat korbannya kini harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Mojokerto.

Kapolsek menjelaskan peristiwa pengeroyokan bermula setelah salah satu pelaku yang berinisial ANP dipukuli oleh pemuda tak dikenal. Karena ingin balas dendam, pelaku kemudian mengajak teman-temannya melakukan penyisiran dan penghadangan di Desa Watudakon. Saat bersamaan, korban yang berjumlah empat orang melintas di lokasi.

Lebih lanjut Mohamad Amin mengungkapkan, “Korban saat itu sedang mengisi bensin di Pertamini. Karena curiga para korban merupakan pelaku pemukulan terhadap ANP, para pelaku mendatangi korban dan langsung mengeroyok korban beramai-ramai.” Terangnya.

Setelah diselidiki, pelaku pemukulan terhadap ANP ternyata bukanlah keempat korban atau salah sasaran. Akibat perbuatannya, para tersangka terancam akan dijerat dengan pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. (i-Ns/Frm)

Check Also

Diduga Lalai Dalam Berkendara, Mobil Pick Up VS Sepedah Motor Alami Kecelakaan

Nganjuk, HarianForum.com- Diduga kurangnya hati – hati dan lalai dalam berkendara, pick up Daihatshu Nopol. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *