Powered by free wordpress themes

Tuesday , September 21 2021
Home / Politik dan Pemerintahan / Ini Keseruhan Debat Publik Putaran Kedua Pilkada Nganjuk 2018

Powered by free wordpress themes

Debat publik Pilbup Nganjuk 2018 (rad/ked)

Ini Keseruhan Debat Publik Putaran Kedua Pilkada Nganjuk 2018

Nganjuk, HarianForum.com – Debat publik Pilbup Nganjuk 2018 putaran kedua telah digelar KPU Kabupaten Nganjuk, Selasa (24/4/18) di Gedung Wanita, Jl. Yos Sudarso, Nganjuk. Debat publik tersebut diikuti oleh ketiga paslon Cabup dan Cawabup Nganjuk dan mengambil tema Meningkatkan Pelayanan Kepada Masyarakat dan Menyelesaikan Persoalan Daerah.

Namun, dari ketiga paslon yang hadir, Cawabup Marhaen Djumadi tidak didampingi pasangannya, yakni Novi Rahman Hidayat Cabup Nganjuk. Menurut keterangan dari pihak KPU Kabupaten Nganjuk, Novi berhalangan hadir karena sedang menunaikan ibadah umroh. Sementara dua paslon lainnya hadir bersama pasangannya masing-masing, yakni Siti Nurhayati-Bimantoro Wiyono, serta paslon Desy Natalia Widya-Ainul Yakin.

Debat putaran kedua ini berlangsung selama enam segmen, ketiga paslon juga ditantang untuk menyelesaikan persoalan daerah. Meski demikian, ketiga paslon berupaya memaparkan program unggulannya.

Saat memasuki segmen kedua, setiap paslon diberi pertanyaan oleh moderator Rasyid Anggara akademisi Nganjuk, selanjutnya paslon lain menanggapi. Namun, salah satu yang menjadi perdebatan adalah soal program dalam melayani masyarakat.

Terkait hal tersebut, Siti Nurhayati alias Hanung mengatakan bahwa pemerintah perlu memiliki target pelayanan publik, jika target tidak terpenuhi maka Aparatur Sipil Negara (ASN) perlu mendapatkan pelatihan. Selain itu, dirinya juga menyampaikan tentang E-Goverment. “Jadi semua bentuk pelayanan harus terintegrasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Nantinya kita juga akan melakukan pengawasan.” Ujar Hanung.

Sementara itu, Ainul Yakin menanggapi hal tersebut, “Permasalahan pelayanan publik sebenarnya terletak pada pengorganisasian, salah satunya disebabkan oleh ASN yang kurang memadai.” Pungkas Yakin.

Dengan singkat, Marhaen Djumadi mengatakan, perlu adanya perubahan mindset dan mental, serta juga harus menghilangkan mentalitas juragan. Terkait solusi menurunkan angka kemiskinan, rata-rata ketiga paslon berbicara soal materi.

Yang menarik adalah saat debat tentang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Nganjuk yang rendah dan pelayanan e-KTP yang belum maksimal. Dalam hal itu Desy menerangkan salah satu cara mendongkrak PAD adalah dengan mengembangkan sektor pariwisata. “Kita bisa memanfaatkan wisata di daerah, karena dengan itu akan ada retribusi dan pendapatan daerah yang bisa meningkatkan PAD, selain itu UMKM juga perlu dikembangkan.” Tandasnya.

Ketua KPU Kabupaten Nganjuk Agus Rahman Hakim di akhir acara mengatakan bahwa debat publik tinggal satu putaran lagi dan akan digelar pada 8 Mei 2018 mendatang. Sementara pada segmen enam, ketiga paslon menyampaikan closing statement. (top/nur)

Check Also

Pemkab Nganjuk Berkomitmen Membela Kelompok Masyarakat Lemah

Nganjuk HarianForum.com – Pergantian pucuk pimpinan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk , nampaknya akan merubah paradigma …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *