Powered by free wordpress themes

Thursday , December 2 2021
Home / Serba-serbi / Ikuti Program Pejuang Muda Kemensos, Mahasiswi Unisba Blitar Ingin Mendapat Pengalaman

Powered by free wordpress themes

Ikuti Program Pejuang Muda Kemensos, Mahasiswi Unisba Blitar Ingin Mendapat Pengalaman

Blitar, HarianForum.com- Kesempatan untuk memperoleh pengalaman secara langsung di daerah pasca bencana, daerah kantong-kantong kemiskinan, daerah komunitas adat terpencil atau KAT di wilayah Indonesia dimanfaatkan Ainun Zaky Nuur Wachidah, mahasiswi di salah satu perguruan tinggi swasta di kota Blitar.

Ainun merupakan salah satu dari lima temannya dari Universitas Islam Balitar yang mengikuti program Pejuang Muda. Program kolaborasi antara Kementerian Sosial dengan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, yang nantinya terfokus pada social entrepreneurship atau kewirausahaan sosial, sebagai bagian dari upaya percepatan pengentasan masalah sosial di Indonesia.

Ditemui HarianForum.com di tempat beraktivitas diluar jam kuliah, Ainun Zaky Nuur Wachidah setiap harinya berjualan minuman di depan kantor dinas sosial kota Blitar, menuturkan tertarik mengikuti program Pejuang Muda ingin memperoleh berbagai pengalaman dan kemanfaatan dari mengikuti program.

“Selain menambah ilmu maupun pengalaman selama mengikuti program. Semoga nantinya setelah mengikuti program, bisa menumbuhkan inisiasi dan lebih respek mencari solusi dengan permasalahan sosial yang ada. Dan pastinya menambah teman teman dari luar daerah kita,” tuturnya.

Disinggung untuk penempatan lokasi dalam mengikuti program yang mampu membentuk mahasiswa yang memiliki peran sebagai agen perubahan sosial melalui kegiatan pemetaan masalah, identifikasi alternatif solusi, formulasi solusi terbaik, perencanaan sumber daya dan capaian, pengerahan peran serta elemen masyarakat, implementasi dan pelaporan serta pengukuran dampak. Ainun bersama seorang temannya satu kampus, mengaku ditempatkan salah satu daerah kabupaten di Jawa Tengah.

Ainun Zaky Nuur Wachidah, aktivitasnya di luar jam kuliah.

“Saya dengan satu teman sekampus ditempatkan di kabupaten Magelang. Saya belum pernah ke Magelang, tetapi justru akan menjadi pengalaman menarik nantinya dalam mengikuti program Pejuang Muda,” ujar mahasiswi fakultas Ekonomi jurusan Akutansi Universitas Islam Balitar.

Dikutip dari Kemensos.go.id, Mensos memaparkan Program Pejuang Muda adalah laboratorium sosial bagi para mahasiswa diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu dan pengetahuannya untuk memberi dampak sosial secara konkret. Melalui program setara 20 Satuan Kredit Semester (SKS) ini, mahasiswa akan ditantang untuk belajar dari warga sekaligus berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah, pemuka masayarakat, tokoh agama setempat serta seluruh stakeholder penggerak sosial di daerah.

Aktivitas gabungan dapat dilakukan melalui dua bentuk yakni offline dan online. Aktivitas offline yakni mahasiswa turun langsung ke lapangan dengan terlibat aktif dalam yayasan, panti atau balai sosial di daerah. Sedangkan aktivitas online dilakukan mahasiswa agar lebih inklusif sehingga menjadi jembatan bagi daerah dan publik luas yang tergerak membantu.

“Program ini terbuka untuk mahasiswa minimal semester 5 pada semua program studi program sarjana (S1) dan minimal IPK 2,75. Kita siapkan untuk 514 kabupaten/kota. Yang jelas para mahasiswa akan diberikan dana untuk transportasi dan operasional serta experience kalau ingin membuat proyek dan biaya untuk pertemuan. Kita akan fasilitasi untuk itu,” ucap Mensos Risma.

Mendikbudristek Nadiem Makarim mengatakan, sejak diluncurkan tahun lalu Program Kampus Merdeka menjadi jawaban kebuntuan pendidikan tinggi yang selama ini pembelajaran hanya dalam kelas yaitu dengan memberikan kesempatan mahasiswa belajar di luar kampus untuk mengasah kemampuan mahasiswa bersosialisasi dan berkontribusi nyata.

“Saya senang Bu Risma membawa datang ke sini untuk mengusulkan program. Menurut saya akan laku berat bagi mahasiswa karena seluruh pemecahan permasalahannya itu ada pada proyek Kemensos ini. Mulai dari identifikasi masalah melihat isu lokal di daerah tersebut lalu merekomendasikan suatu rencana, dan implementasikan rencana itu. Ini bukan bantuan sosial, ini adalah program social empowerment dan social entrepreneurship yang khusus membangun (masyarakat) lokalitas tersebut. Jadi kreativitas, daya kolaborasi, semua profil pelajar Pancasila yang menjadi tujuan Merdeka Belajar itu lengkap dalam program ini. Saya 100 persen mendukung program ini,” kata Mendikbud.(Ans).

Check Also

Prihatin, Kapolres Situbondo Bantu Pengobatan Penderita Hidrocephalus

Situbondo, HarianForum.com- Kapolres Situbondo AKBP Ach. Imam Rifa’i. S.H., S.I.K., M.PICT., M.ISS. bersama H. Taufik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *