Powered by free wordpress themes

Monday , November 30 2020
Home / Serba-serbi / FMK Tobo Sukses Kawal Program Pemberdayaan CSR Semen Indonesia

Powered by free wordpress themes

FMK Tobo Sukses Kawal Program Pemberdayaan CSR Semen Indonesia

Tuban, HarianForum.com- Konsisten dalam membangun lingkungan dan memberdayakan masyarakat, Semen Indonesia fokus menjalan programnya di 26 desa di 3 kecamatan yang ada di wilayah sekitar perusahaan.

Dalam memberikan program kepada desa-desa tersebut, melibatkan Kepala Desa, Camat, tokoh masyarakat serta  Forum Masyarakat Kokoh (FMK) agar bantuan atau program yang direalisasikan bisa tepat sasaran dan sesuai dengan yang dibutuhkan di masing-masing desa.

Di tahun 2020 ini terdapat 8 cluster pemberdayaan yang sudah direalisasikan, sedangkan di masing-masing desa sedikitnya ada 3 cluster.

Melalui upaya perusahaan seperti itu harapannya masyarakat dapat mengembangkan masing-masing wirausahanya sehingga bisa meningkatkan perekonomian warga sekitarnya, sehingga lebih mandiri dan sejahtera.

Dengan semakin tumbuh dan berkembangnya masing-masing cluster/ wirausahanya tentunya berdampak penyerapan  tenaga kerja yang sebanyak-banyaknya karena terbuka lapangan kerja baru.

Seperti program pemberdayaan di Desa Tobo Kecamatan Merakurak Kabupaten Tuban terdapat 6 cluster meliputi irigasi terpadu, unggas, kambing, perikanan, pertanian, dan usaha kreatif mendapat sambutan yang positif dari Organisasi Masyarakat Setempat (OMS) selain dapat meningkatkan perekonomian program tersebut sekaligus dapat membuka lapangan pekerjaan baru.

Sugiarto, koordinator FMK Desa Tobo kepada awak media Jumat, (20/11) menjelaskan bahwa dalam kurun 3 tahun terakhir anggaran yang dikucurkan oleh PT. Semen Indinesia sudah mencapai angka Rp. 500 juta lebih.

Sugiharto, koordinator FMK Tobo, saat memberikan keterangan pada awak media.

“Pada tahun 2018 desa kami dapat  Rp. 250 juta, untuk 4 kegiatan yaitu  Mushola, Posyandu, serta mobil siaga senila Rp. 190 juta dengan pengajuan atasnama OMS Karang Taruna,” Jelas Sugiarto.

Sedangkan pada tahun 2019 kemarin menurutnya terdapat 9 OMS dengan total anggaran sebesar Rp.274.249 juta, dengan rincian OMS kelompok tani untuk pengadaan traktor, ternak kambing, ayam petelur,pengadaan gasebo TK Mutiara Hati, pengadaan mabler KB Assalam, dan TPA, serta pengadaan alat campursari dan PHBN. Dan pada tahun 2020  ini tersapat 8 OMS dengan jumlah total anggaran sebesar Rp. 274,494  juta yang difocuskan untuk tiga claster yaitu Pemberdayaan, infrastruktur dan peningkatan kapasitas.

Ditempat terpisah Hendro Pranoto OMS Karang Taruna program pemberdayaan ayam petelur berharap melalui program pemberdayaan ini tetap berlangsung terlebih di tengah pandemi Covid -19 ini, pasalnya dalam menghadapi pandemi ini ia bersama 9 anggota OMS nya pernah mengalami kerugian akibatpenurunan harga telur hingga mencapai angka Rp. 16 ribu per kilogramnya.

“Terus terang kami selaku peternak kecil kali sangat kesusahan apalagi kami sempat didera dengan harga yang jatuh di Rp.16 ribu itupun hasilnya tak seberapa apalagi kemarin pas musim kemarau dan disitu ayam kami mengalami stres berat sehingga angka produksi jatuh hanya 8-9 kilogram per hari dari 300 ayam petelur,” kata Hendro.

Sementara itu Pemerintah Desa (Pemdes) Tobo melalui Skretaris Desa Elga Alma Khorida berharap para penerima manfaat dapat berwira usaha dengan sukses.

“Kita berharap penerima manfaat menjadi rwirausaha yang tangguh di desa dan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak banyaknya,” pungkas permpuan yang akrap disapa Elga itu. (tbn01)

Check Also

Pengajian Di Yayasan Darul Muwahhidin Ds. Gambang Terselenggara Dengan Protokol Kesehatan

Bondowoso, HarianForum.com- Demi lancarnya dan mencegah kerumunan dalam kegiatan pengajian maulid nabi yang diadakan secara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *