Powered by free wordpress themes

Sunday , December 5 2021
Home / Pertanian / Dukungan Cerdas Mas Bupati Kediri Dalam Pengembangan Kawasan Agropolitan Nanas

Powered by free wordpress themes

Puji Setyono, pembudidaya nanas Pasir Kelud.

Dukungan Cerdas Mas Bupati Kediri Dalam Pengembangan Kawasan Agropolitan Nanas

Kediri, HarianForum.com- Meski sentra buah nanas yang dibudidayakan di Indonesia tersebar di berbagai daerah seperti Prabumulih, Muaro Jambi, Pemalang, Subang, Blitar, Lampung Tengah, Karimun, Kampar, Mempawah dan Kubu Raya, kabupaten Kediri tetap memiliki daya semangat yang tinggi dalam pengembangan budidaya tanaman Ananas comosus yang berasal dari Amerika Selatan.

Konsistensi terhadap budidaya nanas, terlihat dengan adanya pengembangan kawasan agropolitan nanas di lereng gunung Kelud, dan menjadi program prioritas unggulan oleh pemerintah kabupaten Kediri. Keseriusan pemerintah tersebut diungkapkan Puji Setyono salah satu pembudidaya nanas lereng gunung Kelud, yang memiliki pengalaman panjang dalam budidaya nanas dengan berbagai varietas seperti nanas Madu, nanas Queen, nanas Smooth Qayenne dan varietas lainnya.

“Untuk populasi nanas PK saat ini pada kisaran 5 hektar, nantinya dikembangkan menjadi kawasan agropolitan nanas. Pengembangan kawasan agropolitan nanas menjadi program prioritas mas Bupati (H. Hanindhito Himawan Pramana, S.H., red), yang ingin mengangkat nanas menjadi komoditas ekspor, karena nanas dari Kediri banyak diminati oleh pasar luar negeri, terutama Timur Tengah,” ungkap Puji kepada Harian Forum.com.

Ditanya alasan mengembangkan budidaya nanas varietas PK dibanding dengan varietas lainnya seperti nanas Madu, Queen, Smooth Qayenne, pembudidaya nanas yang tinggal di desa Sugihwaras, kecamatan Ngancar, kabupaten Kediri menyampaikan alasannya bahwa keunggulan nanas varietas PK atau Pasir Kelud memiliki kelebihan rasa buah nanas terasa lebih manis dibanding dengan nanas lain yang pernah dikembangkannya. Selain rasa, nanas PK bermata luar artinya mudah dikupas. Puji menambahkan varietas tersebut memiliki keunggulan waktu memanen umurnya lebih genjah, dalam 10 bulan sudah bisa dibuahkan.

“Nanas PK sangat cocok dikembangkan budidayanya di lereng Kelud. Dengan media tanam cenderung berpasir dan tidak adanya genangan air. Karena kekurangan varietas nanas PK tidak bisa tergenang air, karena mudah membusuk. Sehingga wilayah Ngancar yang memiliki kontur tanah berpasir yang sangat cocok untuk pembudidayaan nanas PK,” ujarnya.

Puji Setyono menambahkan penjelasan tentang waktu masa tanam hingga masa panen. Dijelaskan Puji untuk penyiapan bibit diperlukan waktu selama 4 bulan. Sedangkan penanaman sampai forcing atau teknik perangsangan pembungaan untuk mempercepat dan menyeragamkan pembungaan dibutuhkan 10 bulan. Kemudian menunggu 5 bulan untuk panen.

“Kalau dihitung secara keseluruhan, mulai penyiapan bibit, tanam sampai panen dibutuhkan waktu 20 bulan. Maka untuk mengembangkan kawasan agropolitan nanas, pemerintah kabupaten Kediri melalui dinas pertanian mendukung penuh dengan menganggarkan untuk pelatihan pembuatan benih dan penyiapan bibit. Dan rencana memperbanyak benih tersebut akan dilakukan melalui kultur jaringan, dengan maksud agar penyebaran benih nanas PK kedepan lebih optimal dan diharapkan banyak yang membudidayakan, karena nilai jualnya lebih signifikan dibanding dengan nanas lainnya,” pungkas Puji Setyono.(Ans)

Check Also

Trap Barrier System, Perangkap Tikus Sawah Paling Efektif

Blitar, HarianForum.com- Sudah Jatuh Ditimpa Tangga, ibarat paling tepat dirasakan oleh Sriamin, seorang petani yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *