Nganjuk, HarianForum.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Nganjuk bersama Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Nganjuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah perlintasan kereta api. Langkah ini dilakukan dalam Rangka Operasi Semeru 2025 guna mengantisipasi kecelakaan selama arus mudik dan balik Lebaran.
Dari total 23 perlintasan kereta api di Kabupaten Nganjuk, delapan di antaranya merupakan milik pemerintah pusat dan provinsi, sementara 15 lainnya dikelola oleh pemerintah daerah. Sayangnya, dari 15 perlintasan yang dikelola pemerintah daerah masih ada satu perlintasan yang belum dilengkapi palang pintu dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Menurut Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Nganjuk, Budi Legowo, pihaknya telah menganggarkan pembangunan palang pintu di Desa Selorejo, Kecamatan Bagor. Namun, proyek ini tertunda akibat efisiensi anggaran. Meski demikian, ia memastikan bahwa peralatan mekanik dan sumber daya manusia yang bertugas dalam kondisi baik.
“Saat ini ada empat pos palang pintu yang masih belum memiliki petugas tetap. Namun, hal tersebut bisa diatasi dengan bantuan dari pos lain jika terjadi kemacetan,” ujar Budi Legowo.
Sementara itu, KBO Lantas Polres Nganjuk, IPDA Warji, menyatakan bahwa untuk perlintasan tanpa palang pintu, Dishub akan menempatkan petugas dan relawan guna menjaga keselamatan pengguna jalan.
Masyarakat yang melintasi perlintasan kereta api diimbau untuk lebih berhati-hati dan selalu mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.