Powered by free wordpress themes

Tuesday , October 19 2021
Home / Politik dan Pemerintahan / Bedah CSR, Komisi A DPRD Tuban Kunjungan Kerja ke Kerek

Powered by free wordpress themes

Kunjungan Kerja Komisi A DPRD Kabupaten Tuban ke Kecamatan Kerek

Bedah CSR, Komisi A DPRD Tuban Kunjungan Kerja ke Kerek

Tuban, HarianForum.com – Komisi A DPRD Kabupaten Tuban mengadakan agenda kunjungan kerja ke Kecamatan Kerek, Kamis (5/4/18). Rombongan yang dipimpin Ketua Komisi Agung Supriyanto tersebut khusus membahas program CSR dari PT.Semen Gresik di kecamatan setempat.

Pertemuan khusus yang membahas pelaksanaan CSR itu berjalan hangat dan penuh keakraban. Hadir pula dalam peretemuan tersebut seluruh Kepala Desa Ring 1 BUMN, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta jajaran Forpimcam setempat.

Ketua AKD Kerek, Sumandar, dalam paparannya banyak menyoroti minimnya infrastruktur dan fasilitas pendukung diseputaran pabrik meliputi lampu jalan dan rusaknya jalan. “Hanya tinggal sepotong jalur yang tak tersentuh, dari titik nol poros Sumberarum yang dianak tirikan, minimnya lampu juga harus mendapat perhatian, ini jalur vital dan padat.” Ujar Kepala Desa Karanglo tersebut.

Lebih lanjut Sumandar mengeluhkan sistem ketenagakerjaan, “Dengan gonta-ganti vendor, tenaga kontrak menjadi resah, tolong sistem ini dibenahi.” Pintahnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Menejer Bina Lingkungan PT.Semen Gresik, H Siswanto merespon dengan positif, “Ini masukan bagus, Insya’Allah untuk lampu jalan tahun ini akan kami realisasikan, tentunya dengan mengagandeng pihak terkait. Perihal tentang perbaikan jalan poros, sudah kami sampaikan ke pimpinan, jika ada anggaran sisa tahun maka bisa kami kerjakan separuh dulu, jadi harap dimaklumi.” Pungkas Siswanto.

Terkait isu tenaga kerja, Ketua DPRD Kabupaten Tuban, H Miyadi yang turut hadir dalam kunker tersebut menyikapi dengan serius, “Minggu depan kita agendakan kunjungan ke SG, khusus membahas tenaga kerja ini, dan bulan depan kita undang pihak-pihak terkait tentang nasib jalan ini.” Papar Politikus PKB itu.

Hal menarik disampaikan Abu Nasir perwakilan warga gaji, dirinya dengan tegas menolak program CSR di desanya, “Jadi jangan ada atribut atau kegiatan apapun di Gaji sebelum persoalan sengketa tanah kami tuntas.” Terang Abu.

Menaggapi sikap Abu, lagi-lagi Miyadi dengan bijak menjelaskan, “Untuk Gaji sudah ada diranah hukum, biarlah mengalir, meskipun demikian tetap kita komunikasikan, semoga ada jalan untuk semua.” Tuturnya.

H Siswanto juga menaggapi hal tersebut, dirinya mengatakan, “Kami akan komunikasikan dengan bagian hukum.” Ujarnya singkat. (Tbn-01/Frm)

Check Also

HMI : Persoalan TWK 56 Pegawai KPK, Langkah Presiden dan Kapolri Perlu Disambut Positif

HarianForum.com – Polemik 56 pegawai KPK yang tidak lolos Test Wawasan Kebangsaan (TWK) mendapat perhatian …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *