Powered by free wordpress themes

Wednesday , April 1 2020
Home / Peristiwa / Bajul Ijo Bertemu Singo Edan, Koi Tertimpa Kerusuhan

Powered by free wordpress themes

Bajul Ijo Bertemu Singo Edan, Koi Tertimpa Kerusuhan

Blitar, HarianForum.com- Kehadiran dua klub sepak bola Persebaya Surabaya dengan Arema Malang yang bertanding di stadion Supriyadi kota koi yakni kota Blitar, tidak membuat warga kota Blitar menjadi bangga namun justru sebaliknya warga benar benar dicekam rasa ketakutan.

Hampir semua aktivitas usaha di kota selama ini tenang, terhenti karena banyak para pemilik menutup tempat usahanya untuk menghindari perihal yang merugikan. Begitu juga para siswa yang belajar dipulangkan lebih awal dengan tujuan menghindari kejadian yang tidak diinginkan akibat ulah para suporter sepakbola.

Diluar arena laga semifinal piala Gubernur Jawa Timur antara Persebaya Surabaya melawan Arema FC selasa sore (18/2/20) insiden antara pendukung Persebaya Bajul Ijo dengan fans Aremania Singo Edan tidak terelakan. Tidak hanya bentrokan fisik dengan saling menyerang antar pendukung kedua kesebelasan di areal persawahan warga kelurahan Bendo, kecamatan Kepanjen Kidul, namun aksi di lokasi lainnya massa pendukung dari salah satu klub sepakbola bertindak lebih anarkis dalam aksinya dengan membakar beberapa kendaraan sepeda motor yang dimungkinkan milik suporter kesebelasan lainnya.

Lebih memprihatinkan, warga kota Blitar yang berdomisili di dekat stadion lebih terkena getahnya akibat aksi brutal oknum suporter. Informasi yang beredar, terjadinya penjarahan terhadap makanan dialami oleh sebagian pedagang. Peristiwa yang dilakukan oleh oknum suporter tersebut, memaksa para pedagang hanya bisa pasrah atau mungkin juga memendam rasa marah terhadap aksi aksi kebrutalan.

Salah satu warga yang setiap harinya berjualan makanan yang berlokasi beberapa ratus meter utara stadion Supriyadi, dengan terpaksa tidak menggelar dagangannya. Pemilik usaha makanan tepatnya di jalan Ciliwung yang sepakat namanya tidak ditulis, mengaku memilih tidak berjualan karena melihat gejala yang tidak kondusif dengan harapan tidak menginginkan sesuatu yang buruk menimpa pada dirinya yang lebih fatal. “kerugian saya ya masakan, yang biasanya laku menjadi tidak laku karena saya tutup. Daripada nanti kalau tidak tutup takutnya akan terjadi hal yang lebih fatal.”terangnya.

Seberapa besar manfaat sebuah pertandingan yang justru lebih banyak menimbulkan rasa tidak aman dan terganggunya kenyamanan aktivitas warga. Konflik antar pendukung klub sepak bola Persebaya dengan Arema, seolah tidak pernah mengenal untuk berdamai, bahkan rasa permusuhan sejak puluhan tahun masih ada dan kenyataanya sampai sekarang.

Belajar dari peristiwa konflik musuh bebuyutan antar dua kekuatan pendukung klub sepak bola yang dulu pernah terjadi, selayaknya pelaksana pertandingan berfikir berjuta juta kali dulu untuk stadion kota Blitar menjadi arena laga bertemunya dua kesebelasan dengan dukungan kefanatisan suporter yang sudah menjadi darah daging.(Ans) 

Check Also

Mengantisipasi Virus Corona Dari Gubuk Mbah Suwari

Blitar, HarianForum.com- “Alasiku migunani, nanging eman dening rakyat kito, carane podo nglerwaake” syair pada baris …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *