Berita

Human Error, Penyebab Kebakaran Toko Sembako Di Karangrejo Garum.

67
×

Human Error, Penyebab Kebakaran Toko Sembako Di Karangrejo Garum.

Sebarkan artikel ini

Blitar, Harian Forum.com – Usai memadamkan api di sebuah toko
yang berlokasi di dusun Ringinrejo, desa Karangrejo kecamatan Garum kabupaten Blitar, pada Rabu malam (18/3) kepala seksi pemadam kebakaran kabupaten Blitar Tedi Prasojo menyampaikan, bahwa petugas damkar tiba di lokasi langsung melakukan pemotongan arus api, sebagai upaya mencegah api yang berkobar tidak menjalar ke dalam rumah.Dikatakan Tedi, meski warga yang berada disekitar lokasi kejadian kebakaran sudah berusaha memadamkan api, namun barang yang berada di toko selain sembako serta 2 unit sepeda motor tidak bisa diselamatkan, sehingga pemilik menderita kerugian diperkirakan lima puluh juta rupiah.

” petugas kami langsung memotong arus api, jangan sampai kobaran api menjalar ke dalam rumah, dan beberapa waktu kemudian api berhasil dipadamkan.Selanjutnya petugas melakukan pembasahan hingga dinyatakan aman. ” jelas Tedi Prasojo, kepada Harian Forum.com.

Ditanya penyebab terjadinya peristiwa tersebut, kepala seksi pemadam kebakaran kabupaten Blitar menuturkan dengan berdasarkan informasi yang diterima dari beberapa sumber, terbakarnya toko diakibatkan human error, tidak terkendalinya emosi suami pemilik toko buntut dari percekcokan.

” penyebab kebakaran human error,
menurut keterangan dari pemilik toko, terjadinya kebakaran buntut percekcokannya dengan suaminya, yang mana diceritakan pada pukul 18.00, suami pemilik toko tersebut bersama temanya yang berprofesi sebagai tukang pijat suka minum minuman beralkohol.Melihat kebiasaan tersebut, istri pemilik toko menegur suaminya namun ditanggapi dengan emosi.Hingga pada pukul 20.00, terjadi percekcokan dikarenakan suaminya sering minum minuman beralkohol.” tuturnya.

” mungkin mendengar keributan, salah satu anak dari pemilik toko tersebut marah melihat ibunya cekcok dengan bapaknya, hingga melakukan tindakan fisik.Merasakan tindakan dari anaknya, bapaknya bertambah marah dan tidak bisa mengendalikan emosi langsung membakar toko miliknya dan dua unit sepeda motor dengan eggtry yang disiram bensin ” pungkas Tedi Prasojo dengan menambahkan tidak ada hari libur lebaran bagi petugas pemadam kebakaran, yang mana semua petugas di pos masing – masing tetap bersiaga penuh melayani masyarakat bila terjadi kegawat daruratan.(Ans).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *