Berita

Solusi PKB Hadapi Problem Outsourcing Kota Blitar, Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kelurahan.

204
×

Solusi PKB Hadapi Problem Outsourcing Kota Blitar, Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kelurahan.

Sebarkan artikel ini

Blitar, HarianForum.com – Majunya pasangan calon kepala daerah dalam pencalonan diawali hanya berorientasi kawin paksa elektoral tanpa melihat kesamaan visi, pada umumnya dalam perjalanan menjabat terjadi ketidak harmonisan.Istilah pecah kongsi kepala daerah dengan wakil kepala daerah acap kali terjadi di beberapa daerah, yang mana tidak dipungkiri ketidak harmonisan mempengaruhi stabilitas pemerintahan daerah serta menurunkan kepercayaan masyarakat dengan ketidak dewasaan dalam berpolitik.Idealnya pasangan kepala daerah dalam melaksanakan pemerintahan, saling berbagi tugas serta menyamakan pendapat dengan memegang prinsip kolektifitas tata kelola pemerintahan.

Dituturkan Arif Kurniawan, tenaga ahli fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPRD Kota Blitar seusai acara Penjaringan Aspirasi Masyarakat anggota DPRD Kota Blitar Totok Sugiarto pada Sabtu (7/3) menjawab pertanyaan wartawan adanya ketidak harmonisan walikota Blitar yang diusung partainya dengan wakil walikota, Arif menyampaikan bahwasanya visi dan misi PKB dengan pendekatan Rahmatan lil ‘Alamin, terfokus mewujudkan masyarakat adil dan makmur dan tatanan politik demokratis yang santun.

” masukan dari legislatif khususnya dari fraksi PKB untuk eksekutif, dan tentunya untuk walikota dan wakil walikota agar dapatnya tetap solid, jaga kekompakan menjalankan visi dan misi hingga tuntas.Program – programnya dimaksimalkan dan tentunya untuk masyarakat ” tuturnya.

Dalam penjaringan aspirasi masyarakat atau dikenal dengan reses anggota legislatif, disinggung persoalan ketenagakerjaan dalam hal ini terjadi pengurangan tenaga alih daya atau tenaga outsourcing yang cukup signifikan, Arif Kurniawan menjelaskan adanya pengurangan tenaga outsourcing merupakan persoalan krusial dan dapatnya mendapatkan solusi secara bijaksana.

Ditandaskan, penambahan untuk tenaga outsourcing nantinya akan diperjuangkan semaksimal mungkin.Namun bila upaya tersebut tidak memenuhi harapan, jalur ekonomi kreatif akan digerakkan, salah satunya membangun strategi pengembangan ekonomi kreatif wisata lokal kota Blitar yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat dengan berdayanya UMKM serta pelestarian kearifan lokal.

” untuk pekerjaan rumahnya, persoalan outsourcing segera dievaluasi kalau bisa ditambah.Namun apabila tidak, jalurnya ekonomi kreatif di kota Blitar, salah satunya menggerakkan sektor pariwisata lokal kota Blitar.Misalnya di kelurahan Karangtengah dan Plosokerep, memiliki potensi wisata yang saat ini sudah dirintis dan ini akan menjadi percontohan ” tandas Arif Kurniawan.(Ans).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *