Berita

Pembangunan Trade Center Di Kota Blitar, Sama Saja Mematikan Pasar Legi.

219
×

Pembangunan Trade Center Di Kota Blitar, Sama Saja Mematikan Pasar Legi.

Sebarkan artikel ini

Blitar, HarianForum.com – Reses anggota DPRD Kota Blitar digelar untuk memanfaatkan jeda masa sidang dengan melakukan penjaringan aspirasi serta menyampaikan informasi kepada masyarakat, terkait kebijakan pemerintah daerah. Diungkapkan Totok Sugiarto anggota DPRD Kota Blitar fraksi PKB dalam reses yang digelar Sabtu ( 8/3), telah menyampaikan kebijakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah ( APBD ) Kota Blitar mengalami penurunan total belanja sebesar 830 milyar.

Penurunan APBD menurut Totok Sugiarto terjadi karena terpangkasnya pos – pos anggaran yang mana dari prespektif legislatif terdapat beberapa pos yang seharusnya tidak masuk kategori efisiensi, justru masuk efisiensi dengan memaparkan bahwasanya belanja operasional atau belanja modal dikurangi belanja habis pakai cukup besar.

” Alhamdulillah cukup banyak beberapa hal sejauh mana kita telah melaksanakan perintah pemerintah pusat selain efisiensi makan minum, juga perjalanan dinas dan beberapa belanja jasa yang tidak produktif.Namun fraksi PKB telah menyampaikan kritik yang cukup keras terhadap pelaksanaan belanja jasa tenaga kerja yang sampai hari ini berdasarkan DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran ) masing – masing OPD ( Organisasi Perangkat Daerah ), secara agregat totalnya 14,7 milyar belum bisa dibelanjakan, dikarenakan dalam urusan rekrutmen tenaga alih daya atau outsourcing berdasarkan pertimbangan walikota.” terang Totok Sugiarto kepada Harian Forum.com.

” Dinas Sosial itu mestinya 16 orang sisa 6 orang yang 10 orang DPA nya belum digunakan.Di Sekwan 28 orang tapi yang dipakai 18 orang yang 10 orang dananya nganggur.Di DLH ada 178 orang masih dipakai 146 orang, jadi 32 orang masih nganggur.Rata rata di OPD 5 orang sampai 10 orang.Kalau kita total itu ada 316 formasi anggaran yang bisa kita rekrut kembali setelah triwulan ke III, dengan harapan bila dilakukan semacam itu, tingkat pengangguran terbuka di kota Blitar bisa berkurang.Dan percuma kalau memasukkan orang baru, tetapi mengeluarkan tenaga yang lama, ya itu dakon namanya.” tandasnya.

Anggota komisi III DPRD Kota Blitar mendorong secepatnya untuk belanja kesejahteran sosial, dengan belajar dari pengalaman di tahun 2025 dapatnya tidak terulang kembali, dimana pada bulan Agustus, September dan Oktober terjadi idle cash atau dana menganggur sebesar 191 milyar.

Dirinya juga menegaskan meminta perencanaan untuk pelelangan dibuat sedapat mungkin masing – masing triwulan terlaksana sesuai schedule, sehingga tidak terjadi dana nganggur di triwulan ke III dan triwulan terakhir.

Ditanya langkah apa yang dilakukan DPRD Kota Blitar menghadapi kondisi di pemerintah Kota Blitar pada saat ini,
kader PKB tiga kali berturut – turut dilantik menjadi anggota legislatif kota Blitar ini memberikan jawaban, bahwa DPRD Kota Blitar menggelar rapat komisi – komisi dengan mitra kerja kemudian disampaikan kepada pimpinan, selanjutnya menemui rapat pendapat umum yang mana hasil rekomendasi dikaji hingga dikirim ke pemerintah, salah satunya segera memanfaatkan dokumen pelaksanaan anggaran di masing – masing organisasi perangkat daerah.

Anggota DPRD Kota Blitar fraksi PKB daerah pemilihan 3 Sukorejo juga meminta untuk segera dilaksanakan pembahasan program kesejahteraan sosial, mempercepat proses beras
sejahtera daerah ( Rastrada ), mempercepat pembangunan RTLH atau rumah tidak layak huni, dengan menambahkan kondisi saat ini dilematis, dimana hampir disemua biaya modal lemah ditingkatan perencanaan.

” kami di komisi III akan memanggil para pihak, menunggu dokumen – dokumen apakah sudah disiapkan, mulai DID maupun studi kelayakan dan lain sebagainya.Mudah – mudahan
dan semoga saja, dengan suntikan anggaran 1,2 milyar untuk pembangunan pasar Legi bisa ramai, meskipun saya secara pribadi tidak begitu yakin, meskipun disuntik anggaran namun bila pembangunan tanpa konsep yang jelas, itu hanya akan membuang – buang uang.Termasuk pembangunan Blitar Trade Centre, sementara saat ini orang kota Blitar tahu, bahwasanya pusat perdagangan ya pasar Legi, kalau membuat yang lain, itu sama saja mematikan pasar Legi, itu pendapat pribadi saya “, tuturnya.(Ans).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *