Blitar, Harian Forum.com – Setya Budianto, pengurus Himpunan Petani Pemakai Air ( HIPPA ) dan Gabungan Kelompok Tani ( Gapoktan ) dengan wilayah kerja daerah irigasi bendung Ngusri, mengemukakan bahwa saat ini
tampungan air kali Jari untuk irigasi di kecamatan kecamatan Gandusari, Talun dan Selopuro dengan total luas areal pertanian kurangblebih 1.199 hektar, terjadi pendangkalan terutama di saluran bagian dalam tampungan utama, dengan menjelaskan bahwasanya parahnya pendangkalan bendung Ngusri diakibatkan sedimentasi pasir bercampur lumpur sejak tahun 2019 hingga sampai sekarang.
Secepat mungkin seharusnya memperoleh penanganan serius dari pemerintah, yang mana menurut Setya Budianto pendangkalan pada sungai dan bendung sangat berdampak terhadap irigasi pertanian, dikarenakan tampungan air menurun drastis sehingga di musim kemarau lahan pertanian di 19 desa sulit memperoleh air, yang berimbas menurunnya produktivitas hasil pertanian dan berpotensi meningkatnya gagal panen serta mengancam ketahanan pangan lokal.
” penyebab utama terjadinya pendangkalan dikarekan adanya alih fungsi lahan HGU, dari tanaman keras kopi dan cengkeh menjadi tanaman tebu di desa Gadungan dan Ngaringan, menyebabkan terjadinya erosi yang tinggi dan mengakibatkan terjadinya sedimentasi di bendung. Kami sudah berupaya melakukan koordinasi dengan BPN, PTPN, PT Nusantara Segar Abadi, Dinas LH, Dinas PUPR dan Dinas Pertanian Kabupaten Blitar, namun tidak ada perkembangan hingga sampai sekarang dan belum ada tindak lanjut yang konkret ” jelas Setya Budianto dengan menambahkan masyarakat menghendaki dilakukan penanaman tanaman keras, konservasi lahan serta rehabilitasi daerah tangkapan air.

Diperoleh informasi dari masyarakat tentang status pengelolaan bendung Ngusri, Balai Besar Wilayah Sungai ( BBWS ) Brantas, aset PTPN masuk wilayah Hak Guna Usaha ( HGU ) maka ditandaskan Setya Budianto perlu adanya penegasan kewenangan pengelolaan.
” mengambil potensi pengembangan bendung Ngusri, selain untuk irigasi pertanian juga dikelola sebagai wisata air dan edukasi lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.Sedangkan rekomendasi teknis dan kebijakan secepatnya dilakukan normalisasi dan pengerukan sedimen bendung.Untuk konservasi hulu sungai Jari harus dijalankan penertiban alih fungsi lahan HGU serta penguatan peran pemerintah kabupaten Blitar, dengan penetapan status aset dan kewenangan bendung dan pengembangan wisata berbasis masyarakat ” tandasnya.(15/2).
Bendung Ngusri berada di lereng Gunung Kelud, tepatnya di desa Gadungan, kecamatan Gandusari, kabupaten Blitar, selain aliran sungainya dimanfaatkan oleh para petani untuk pertanian, juga menyimpan hamparan alam terbuka hijau yang asri, tidak salah bila dijadikan destinasi wisata keluarga.Memiliki aliran sungai yang jernih, pengunjung bisa memanfaatkan untuk bermain, memancing atau berkemah dengan pemandangan alam gunung Kelud yang eksotis, terutama di pagi hari.
” akses menuju bendungan Ngusri sangat mudah, kendaraan roda 4 bisa langsung masuk.Sedangkan sampai saat ini belum ada tiket, jadi masih bebas ” pungkas Setya Budianto.(Ans).













