Powered by free wordpress themes

Monday , November 30 2020
Home / Politik dan Pemerintahan / 11 Lansia Terima Penghargaan Maestro Lansia Dari Bupati Jember

Powered by free wordpress themes

Bupati Jember Faida Saat Meberikan Penghargaan Maestro Lansia di Alun-Alun Jember (pmkb-jbr)

11 Lansia Terima Penghargaan Maestro Lansia Dari Bupati Jember

Jember, HarianForum.com – Dalam peringatan Hari Lanjut Usia (Halun) 2018 yang digelar Alun-alun Jember, Sabtu (30/6/18), Bupati Jember Faida memberikan penghargaan yang bertajuk “Penghargaan Maestro Lanjut Usia” kepada 11 lansia yang tetap menunjukkan keaktifannya dalam berbagai bidang.

Dalam sambutannya, Bupati Farida mengungkapkan, “Lansia sejatinya bukanlah laskar tak berguna, karena dibuktikan lansia di Jember banyak yang produktif dan tetap aktif bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.” Ujarnya usai memberikan penghargaan.

Mereka yang diberi penghargaan antara lain dr. Endang Soehadi yang berusia 77 tahun berkomitmen dan tetap aktif mengabdi menjadi dokter selama 53 tahun (1965 – 2018), dr. Soehadi, Sp.B,Sp.OT berusia 86 tahun yang berkomitmen dan tetap aktif menjadi dokter selama 57 tahun (1961 – 2018).

Tokin yang berusia 104, pria lanjut usia ini berkomitmen dan tetap aktif menjadi peserta Gerak Jalan Tajemtra (+ 30 km) selama 46 tahun secara terus menerus (1972 – 2018). Ibu Rukiem berusia 78 tahun, berkomitmen dan tetap aktif melestarikan kuliner Pecel Gudeg selama 59 tahun (1968 -2018).

Mahat berusia 69 tahun, berkomitmen dan tetap aktif melestarikan kesenian tradisional Macapat selama 40 tahun (1987 – 2018). H. Imam Munandar berusia 66 tahun, lanjut usia yang berkomitmen dan tetap aktif mengabdi sebagai rukun tetangga (RT) selama 24 tahun (1994 – 2018). Sajem Probowati, A.Md. Keb berusia 70 tahun. Perempuan lanjut usia ini berkomitmen dan tetap aktif mengabdi sebagai bidan desa selama 48 tahun (1970-2018).

Imam Soebagio 73 tahun, lanjut usia yang berkomitmen dan tetap aktif sebagai penggerak senam lanjut usia selama 13 tahun (2005-2018). Trimono 85 tahun, lanjut usia yang berkomitmen sebagai tukang sol sepatu dan mencukupi kebutuhan rumah tangganya secara mandiri selama 73 tahun (1945 – 2018).

Ibu Hj. Widad sebagai manajer sampai dengan usia 76 tahun di RS Bina Sehat, serta KH. Muhammad Machfud Abdul Halim sidik usia 70 tahun, mengabdi sebagai mubalig selama 31 tahun. (Pmkb/Jbr/Frm)

Check Also

Rencana Pembangunan Ma’had MTs Negeri Langkapan, Ditolak Pondok Pesantren

Blitar, HarianForum.com- Pengasuh pondok pesantren Al Hikmah Langkapan, sangat menyayangkan adanya keinginan pendirian ma’ had …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *